Ditulis pada 15 Februari, 2008 oleh Liexs
Setelah sekian lama aku tidak mengunjungi teman untuk sekedar ngobrol dan sharing tentang segala hal, hari ini aku sempatkan untuk tidak merubah kebiasaan yang selama ini kami lakukan.
Kebetulan kami sama-sama mempunyai hobby tanaman hias, tak lain dan tak bukan adalah tanaman hiasnya laki-laki, anthurium. Dan menjadi kebiasaanku juga tidak jarang aku membawa salah satu atau [...]
DIarsipkan di bawah: My Diary, Renungan Kehidupan, True Story | 8 Komentar »
Ditulis pada 11 Oktober, 2007 oleh Liexs
Bila ada langkah membekas lara,
Ada tingkah menorah luka,
Ada kata menusuk sukma,
Dengan segala kerendahan hati,
Kami ucapkan Minal Aidin Wal Faidzin.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Buat yang pernah nangkring,secara sengaja ataupun kesasar masuk ke Blog ini.
DIarsipkan di bawah: My Diary, Renungan Kehidupan | 14 Komentar »
Ditulis pada 7 Oktober, 2007 oleh Liexs
Satu hari dalam seminggu tempatku kerja mewajibkan untuk memakai baju seragam seperti wearpack-nya orang-orang bengkel, walau cuma atasan doank. Pokoknya meriah, banyak tulisan dan logo di sana, dan saku yang lumayan besar dan aman.
Enggak biasanya aku nyimpen flashdiskku di saku baju tersebut, tapi entah kenapa kemarin aku masukin saku enggak aku pindah dalam tas.
Singkatnya ketika [...]
DIarsipkan di bawah: Ketawa Yuk...!, My Diary | 17 Komentar »
Ditulis pada 2 Oktober, 2007 oleh Liexs
Aku rindu saat-saat kebersamaanku dengannya
Aku rindu pada masa-masa laluku
Aku rindu ingin menatap kembali wajah-wajah yang tak lagi kutemui
Aku rindu dengan sosok kebersahajaannya
Aku rindu dengan senyum dan suaranya
Aku rindu tatapan matanya yang bersinar
Aku rindu untuk kembali dapat duduk bersamanya
Aku rindu untuk kembali tidur disebelah tubuhnya
Aku rindu untuk berboncengan dengannya
Aku rindu bertukar pikiran dengannya
Aku rindu caranya memberikan [...]
DIarsipkan di bawah: My Diary, Renungan Kehidupan | 9 Komentar »
Ditulis pada 27 September, 2007 oleh Liexs
Aku Tidak Lebih Dulu ke Surga
Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah . aku tidak mau mengira-ngira.
DIarsipkan di bawah: Kajian Islami, My Diary, Renungan Kehidupan, True Story | 17 Komentar »