Ditulis pada 2 Oktober, 2007 oleh Liexs
Aku rindu saat-saat kebersamaanku dengannya
Aku rindu pada masa-masa laluku
Aku rindu ingin menatap kembali wajah-wajah yang tak lagi kutemui
Aku rindu dengan sosok kebersahajaannya
Aku rindu dengan senyum dan suaranya
Aku rindu tatapan matanya yang bersinar
Aku rindu untuk kembali dapat duduk bersamanya
Aku rindu untuk kembali tidur disebelah tubuhnya
Aku rindu untuk berboncengan dengannya
Aku rindu bertukar pikiran dengannya
Aku rindu caranya memberikan [...]
DIarsipkan di bawah: My Diary, Renungan Kehidupan | 9 Komentar »
Ditulis pada 27 September, 2007 oleh Liexs
Aku Tidak Lebih Dulu ke Surga
Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah . aku tidak mau mengira-ngira.
DIarsipkan di bawah: Kajian Islami, My Diary, Renungan Kehidupan, True Story | 17 Komentar »
Ditulis pada 24 September, 2007 oleh Liexs
As usual, buat yang belum pernah terima
Beberapa realita yang bagus, cerdas, konyol, kocak, sekaligus mengharukan . . .
I LOVE U MOM , I LOVE U DAD..!!!
DIarsipkan di bawah: Renungan Kehidupan | 7 Komentar »
Ditulis pada 10 September, 2007 oleh Liexs
Buat semua yang pernah datang ke sini, Aku ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Yach.Semoga Puasa kita tidak hanya berjuang melawan haus dan lapar. Jauh dari itu, kita bisa menang bertarung dengan hawa nafsu kita sendiri.
Terutama buat Sodara-sodaraku(mudah-mudahan gak keberatan) yang sering dateng, sering ngobrol, Aku juga minta Maaf atas segala kesalahanku selama ini, semoga ini akan [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan Kehidupan, Uncategorized | 16 Komentar »
Ditulis pada 4 September, 2007 oleh Liexs
Pertemuanku dengan mbah ndilah mungkin sudah ditetapkan oleh Tuhan untuk memberiku pelajaran hidup agar tidak semena-mena terhadap sesama,saling menghargai,dan saling menghormati.
DIarsipkan di bawah: My Diary, Renungan Kehidupan, True Story | 36 Komentar »