MONOLOGUE

Udah lama sekali aku tidak mengunjungi kediamanku ini. Papan tulis ini isinya masih coretanku beberapa bulan yang lalu, ditambah coretan-coretan dari anak-anak yang suka iseng terhadap gurunya.(Wakakaka….)

Malam ini serasa berbeda dengan malam-malam sebelumnya sebelum aku beranjak tidur. Tidak biasanya aku melamun(baca: berimajinasi) karena aku tidak suka dengan statement melamun dan berangan-angan, tetapi lebih suka dengan kata ber-imajinasi.

Kata orang bijak Imajinasi merupakan satu kata berjuta makna mungkin benar juga ya. Hanya sejenak saja aku baru berimajinasi ternyata sudah banyak sekali makna-makna yang aku rasakan dalam hidup ini. Tentang kehidupan yang sudah aku jalani, tentang apa yang telah aku lakukan dan aku perbuat dan tentang apa yang akan aku perbuat.

Ketika sedang menghayati imajinasiku, tiba-tiba ada video call di Hpku.

Kang, bisa kita ngobrol-ngobrol malam  ini? Wajah dan suara yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupanku. Bisa, aku tunggu ya, jawabku.

Ternyata orang tadi sudah berada di pintu masuk rumahku, kemudian kami duduk di beranda dengan lampu yang aku buat tidak begitu terang agar menghemat energi katanya.

Sudah lama sekali kami tidak bertemu dan bertatap muka. Biasanya kalau kami bertemu pasti ada sesuatu yang sedang terjadi dalam  kehidupan kami, dan membuat kami sama-sama tidak bisa tidur.

Piye kabare Dul, tanyaku. Aku biasa memanggil dia dengan sebutan Dul. Dia balik bertanya, Kabar yang mana Kang. Secara umum aku baik-baik saja, sehat.

Trus yang secara khusus bagaimana, tanyaku. Seperti biasa juga, kopi dan rokok menemani si Dul menceritakan kehidupannya akhir-akhir ini. Mulai dari keluarganya yang harmonis, anak-anaknya yang lucu,masalah pekerjaan di kantor, dan bisnisnya yang mulai berkembang. Lha…itu kamu sekarang sudah hidup enak, kataku.

Ya memang enak kang, kalau cukup sampai di situ doank, katanya. Trus gimana? Desakku sambil menyalakan korek penyulut rokok yang bikin penyakit. Aku berusaha menjadi pendengar yang baik, karena kata orang menjadi pendengar adalah hal yang paling sulit dalam hidup.

Kembali dia meneruskan ceritanya. Berawal dari usaha dan pekerjaannya yang semakin bagus dan mapan itu sehingga mempunyai korelasi yang positif juga dengan uang yang dia miliki. Mulai satu demi satu banyak orang yang sambat minta tolong dengan alasan buat buka usaha, buat berobat ke Rumah sakit, de-el-el. Yang ujung-ujungnya duit itu nggak kembali. Niat hati mau menolong ternyata malah jadi korban. Giliran sekarang butuh nggak ada yang bisa ngebantuin.

Emangnya sampai berapa Dul total uang kamu yang bablas nggak kembali? Tanyaku memotong ceritanya, karena kasihan juga dengernya.

Banyak kang, bisa buat macem-macem. Bisa buat bikin rumah, beli mobil, dll.(Pondasi doang,setirnya doank)

Wah gila bener, ketipu sampai segitu banyaknya. Aku kira selama ini kamu adalah orang yang paling teliti Dul.

Trus gimana, tanyaku lagi. Ya gitulah emang nasi sudah menjadi bubur, mau gimana lagi Kang. Kalau menurutmu kedepannya Aku harus bagaimana Kang? Mulai dia memencet tombol ON untuk minta saran. Apa aku harus jadi orang yang tutup mata dengan kesusahan oranglain? Apa aku harus jadi orang sombong dan pelit? Apakah aku harus tidak mudah percaya dengan orang lain? Aku bener-bener bingung harus bagaimana Kang. Disaat aku sekarang membutuhkan harus kepada siapa aku minta tolong Kang?

Banyak sekali pertanyaan yang dia lontarkan kepadaku.

Aku menghela nafas panjangku, Okey Dul, sebelum aku bisa memberi jawaban atas semua pertanyaanmu itu, Aku hanya akan mengatakan bahwa Apa yang kamu alami itu juga baru saja aku alami. (Weeeeekkss…….!)

Jadi di saat seperti ini marilah kita mengheningkan cipta, berdoa kepada Tuhan kita, agar cobaan seperti kemarin tidak menimpa kita lagi. (Berdoa mulai…….) Hanya kembali kepada ALLAH lah kita akan mendapatkan petunjuk Dul,kataku.

Okeylah ini sudah larut malam menjelang pagi, kita sudahi saja pertemuan kita ini, dan marilah kita tidur sejenak di alam kita masing-masing untuk mempersiapkan hari esok yang akan lebih baik.

Transmission terminated……..

Peeet……..pancal kemul.

 

 

Reinkarnasi

Wuah…….dah lama bangget aku nggak ngurusin ini rumah. Ternyata dah banyak perubahan di WordPress yach.

Masakahnya sech lum ada waktu ajha buat OL. Kenafa?

Nggak tau modemnya yang jebol apa yang laen, yang jelas bikin aku bingun.

Nggak usah banyak cang-cing-cong dach. sekarang dah bisa OL lagi.

Oh ya ada yang bisa ngebantu aku nggak? kompiku kena kangker nech. Dah banyak aku coba macem-macem antivir tapi lum mempan juga. Ada yang bisa ngasih solusi?

Tiap folder di kompiku diduplikat di dalemnya. Ukurannya semua sama 28Kb. Bikin jengkel tenan kie.

Okey thanks kalo’ ada yang bisa tulung-tulung.

Let’s Action

 Dalam sebuah seminar kewirausahaan terbeber fakta, betapa banyak orang ingin berhenti jadi karyawan, dan kemudian mulai buka usaha sendiri. Ada yang sudah siap dengan modal plus perencanaan yang njlimet. Ada yang baru berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula yang punya banyak uang, tapi bingung mau diapain. Masih banyak yang blank (bingung). Tak tahu bagaimana dan dari mana harus memulai.

Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha.

Berikut 14 rahasianya yang umumnya mereka pakai.

Namun tidak ada jaminan Anda akan berhasil dengan cara-cara berikut. Meski begitu, kini Anda punya banyak alternatif.

Anda pun bisa mencuri inspirasi dari masing-masing cara itu.

Baca lebih lanjut »

eS-eM-eS

SMS siapa ini Bang….! 
Gara-gara tiap pagi aku sering mendapat SMS dari seseorang tentang anjuran untuk selalu Semangat dan semangat, ternyata berdampak terhadap apa yang aku lakukan malam ini.

Ceritanya begini.

Baca lebih lanjut »

Hidup bukan bagaimana nanti, tetapi…

Beberapa tahun yang lalu ketika saya mengikuti sebuah seminar tentang motivasi, masih ingat betul pepatah yang disampaikan.

“You can not change the wind direction but you can change your wing direction.”Anda, saya, dan kita semua tidak akan pernah merubah arah angin, tetapi yang dapat dilakukan adalah bagaimana mengubah arah sayap —-

Analogi itu mempresentasikan pula bahwa nasib Anda atau peruntungan hidup (baca:bisnis) tidak akan berubah hingga anda sendirilah yang merubah terhadap sudut pandang terhadap keadaan tersebut.

Dengan kata lain, pentas kehidupan selalu menyisakan dua ruang kemungkinan, sukses atau gagal. Jawabannya kembali berpulang kepada Anda sendiri.

Baca lebih lanjut »