Semua orang pasti mendambakan kesuksesan dalam hidupnya, baik sukses dalam belajar,berumah tangga,bekerja dan juga sukses dalam berbisnis.
Ketika kita masih berada di bangku kuliah, angan-angan dan mimpi-mimpi tentang kesuksesan sering kita lakukan. Setelah kuliah langsung mendapatkan pekerjaan yang cocok, lingkungan kerja yang enak, gaji yang besar, pokoknya apa-apa yang serba enak. Itulah cerminan kesuksesan ketika waktu kita menempuh kuliah dulu.
Ternyata kenyataan berkehendak lain. Setelah selesai kuliah dan mendapatkan gelar kesarjanaan baik itu sarjana Hukum,Sarjana ekonomi,Sarjana kimia, dan sarjana-sarjana yang lain, pekerjaan yang selama berada di bangku kuliah diimpikan ternyata tidak kunjung datang. Ataupun pekerjaan yang didapatnya tidak sesuai dengan angan-angannya, berkeinginan menjadi karyawan di sebuah Perusahaan pengeboran minyak asing,ternyata menjadi PNS di lingkungan Pemda, dan lain sebagainya.
Akhirnya tidak sedikit pula yang akhirnya memilih untuk mengakhiri(hidupnya) pekerjaannya dan menjadi seorang wirausahawan. Karena menjadi seorang wirausahawan merupakan alternative bagi generasi muda sekarang ini.
Kenapa berwirausaha merupakan salah satu pilihan? Hal tersebut berkaitan dengan fakta bahwa, betapa marginalnya (berapa sich) penghasilan seorang Sarjana baru yang baru bekerja sebagai pegawai negeri atau karyawan di perusahaan-perusahaan swasta kecil dengan embel-embel supervisor, ataupun sebagai teller sebuah Bank yang diambil dari tenaga outsourching.
Fakta dan informasi terbaru yang muncul di berbagai media massa baik cetak ataupun elektronik yang memperlihatkan bahwa penghasilan yang diperoleh oleh orang-orang yang berwirausaha dan berkecimpung di dunia kaki lima, warung-warung kelontong,usaha keramik, warung makan bakso,mie, dan berbagai usaha kecil lainnya, ternyata bisa mencapai lebih dari lima kali lipat dari penghasilan seorang sarjana baru yang telah bekerja seperti diuraikan di atas.
Kenyataan ini amat sangat mengecilkan hati, buat apa bersusah payah bertahun-tahun sekolah dan menjadi seorang sarjana, kalau yang didapat hanya begitu minim untuk menopang kebutuhan? Buat apa bekerja dengan berpakaian perlente,berdasi, make up yang menor,pakaian sexy, kalau akhirnya penghasilannya tidak sampai seperlima dari yang diperoleh oleh seorang wirausaha warung makan pinggir jalan yang berpakaian sederhana,ala kadarnya, serta berpendidikan rendah?
Akan tetapi untuk segera mengikuti langkah-langkah sukses mereka ikut terjun kedunia wirausaha kaki lima yang berkesan kumal,kotor merasa berat dan belum sanggup. Si Jaim (Jaga Image)yang masih menempel di dadanya, gengsi,dan malu ternyata belum mengijinkan mereka untuk berlaku seperti itu.
Itulah penghambat utama bagi kita untuk meraih kesuksesan dalam memulai bisnis wirausaha…GENGSI dan MALU, hingga kita hanya menjadi seorang penonton dan TAKUT MELANGKAH.
—————
Update version.
DIarsipkan di bawah: Strategi Bisnis | 8 Komentar »
