Mahalnya sebuah baju seragam (80 juta-an)

Mungkin pembaca akan bertanya-tanya, baju seragam apa sih sampai sebegitu mahalnya. Mungkin seragam pengantin selebritis, atau Jas para Menteri-menteri kali ya.
Seperti hari-hari biasanya saya bekerja, tidak ada sesuatu yang berbeda di dalam pekerjaan saya. Melayani masyarakat yang membutuhkan uang untuk entah keperluannya apa saja. Ada yang untuk usaha, untuk yang bangun rumah, beli mobil, untuk bayar anak sekolah, untuk bayar biaya Rumah sakit,dan untuk “BELI BAJU SERAGAM KERJA”.

Untuk keperluan yang lain-lain itu kita semua sudah tahu, karena kitapun tidak jarang harus mencari dana ke pihak lain untuk mencukupinya, karena mungkin kantong kita belum cukup untuk bangun rumah atau beli mobil. Lha kalau untuk beli baju seragam sebenarnya sih enggak terlalu berat. Berapa sih baju seragam kerja yang kita pakai….? Pak Dokter ajha yang duitnya buanyak seabreg seragamnya yang putih bersih gak sampe puluhan juta(Eh iya apa enggak ya….? jangan-jangan baju putihnya terbuat dari sutera berlapis emas putih).
Juga Bu Dokter yang banyak senyum ini saya yakin bajunya gak semahal mobil yang dipakainya sehari-hari.

Dalam sebulan terakhir ini saya catat sudah ada sekitar 10 orang yang butuh uang untuk membelikan “seragam” anak-anaknya. Memang dari sekian banyak itu, harganya tidak sama, ada yang 60 Juta,70 Juta, 80 Juta, dan bahkan untuk seragam ceweknya sampai tembus ke 150 Juta-an. (fantastis…..?)
itupun seragam untuk lulusan dari tingkat pendidikan SMA. Orang tua begitu bela-belain anaknya agar “jadi orang” (Emangnya sekarang masih monyet…?) Ada yang jual Sawah,sapi, kerbau dan lain-lain agar anaknya bisa masuk menjadi Abdi Negara yang berseragam, dan banyak ditakuti orang karena bawa pistol(Woouww keren..).
Tapi bagaimana mungkin bisa menjadi Abdi Negara yang baik, kalau masuknya ajha harus beli segitu mahalnya. Tetapi kalau kita cermati, sebenarnya mereka baik, dan bersih koq, gak mau pungli,(cuma sebagian saja)ini jujur. Karena Survey menyatakan bahwa 4 dari lima Polisi tidak mau pungli. Siapakah dia yang tidak mau pungli…..? Polisi tidur, Polisi patung,police line, dan polisi anjing pelacak.(itu termasuk polisi lho…saya pernah lihat ada anjing pelacak dipakein baju bertuliskan POLICE).
Nah mau dibawa kemana negara ini kalau sistemya seperti itu…..? Tanyaken-napa.
Mudah-mudahan kejadian di atas tidak terjadi di negara kita Indonesia Raya tercinta ini.

2 Tanggapan

  1. Tahun 1998, ketika reformasi masih seger-segernya aku pernah bikin SIM A, cuma bayar Rp. 52.500 + periksa dokter Rp. 10.000. Polisinya gak berani minta duit nggak resmi.
    Tapi, 5 tahun kemudian, ketika SIMku hampir kadaluarsa…..
    cuman perpanjang kok biayanya jadi 180riibuan… (Kayak iklan Three, beli voucher sekali bayarnya 3x, Mau??)

    Begitulah…..
    Nggak komentar, cuman cerita aja. Takut ditembak.

    (Mas Lilik, minta alamat emailnya, via message BSC aja ya. Aku kirim attach di BSC nggak ikut kekirim)

  2. hehehe, saya gak punya seragam … apalagi pakai jut-jut.
    Baju ada lapisannya dong … lapis keringat😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: