Tuhan masih memberi kesempatan kepadaku untuk HIDUP

Memasuki bulan Juli, bagi saya ada moment tersendiri yang tak akan pernah terlupakan. Bagi sementara orang mungkin moment-moment yang tak terlupakan adalah kejadian yang bersifat indah,mesra,dll.

Tetapi bagi saya moment di bulan Juli adalah moment yang menakutkan tetapi sekaligus mengharukan,agar bisa menjalani hidup di dunia ini dengan lebih baik lagi. Walaupun kejadian itu sudah dua tahun yang lalu, tetapi saya rasakan seolah-olah baru saja terjadi kemarin malam.

Demikian kisah saya:

Waktu itu tanggal 24 Juli 2005, tidak ada sesuatu yang special dalam hari-hari yang saya lalui. Sampai di suatu malam seperti biasanya saya tidur, tak lupa pula sebelum tidur saya selalu berdoa kepada Allah, agar diberikan keselamatan. Saya termasuk orang yang jarang bermimpi,sehingga tidur sayapun nyenyak, kecuali ketika ada permasalahan yang belum terselesaikan. Tidak seperti biasanya, malam itu saya bermimpi.

Saya berjalan-jalan jauh, sangat jauh seolah saya kebingungan dengan tujuan saya yang entah mau kemana. Saya tidak tahu ada dimana, setiap orang yang saya temui semuanya diam saja ketika saya bertanya. Bingung sekali rasanya, kenapa orang-orang itu seolah-olah tidak tahu kalau saya ada di dekatnya. Dalam kelelahan itu, tiba-tiba saya mendengar suara entah dari mana dan oleh siapa. Suara itu sangat jelas dalam telinga saya, suara itu mengatakan bahwa saya sudah mati.Begitu kaget dan terkejutnya saya, mendengar bahwa saya sudah meninggal. Sangat sedih rasanya, setiap orang tidak tahu akan keberadaan saya walau saya ada di dekatnya. Dalam kebingungan dan kesedihan itu, saya terus berjalan hingga sampai pada sebuah ruangan. Saya melihat di dalam ruangan tersebut ada sekitar 20 peti mati yang semuanya terisi oleh jasad-jasad dari orang-orang yang tidak saya kenal. Saya perhatikan peti-peti itu yang berisi jasad-jasad yang sudah tidak bernyawa. Saya lihat semuanya tidak bergerak, membujur kaku. Dan semua yang ada di situ pada bagian keningnya rusak. Ada yang berlobang,ada yang penyok,ada yang pecah. Sungguh menakutkan.. Ketika saya mengamati jasad-jasad tersebut, tiba-tiba saya melihat ada seorang yang sudah sangat tua memakai jubah dan tongkat berjalan mendekati saya, dan dia juga membawa sesuatu yang dibungkus dengan kain.Orang tua itu berkata kepada saya(Walaupun sebenarnya dia tidak mengatakan sesuatu, tetapi solah-olah dia yang berkata). “Sedang mencari apa cucuku…?” Suara yang tidak asing bagi saya, karena suara itu mirip sekali dengan suara yang saya dengar sebelumnya. Saya hanya terdiam, dan Saya dengar kembali orang tua itu berkata. “Itu jasadmu ada di sana..!”  Sambil menunjuk sebuah peti mati yang berada di sudut ruangan, yang di dalamnya ada jasad seseorang. Saya mendekati peti yang ditunjukkannya itu. Betapa kagetnya saya, ketika jasad yang terbujur di sana adalah jasad yang sangat mirip dengan wajah saya. Saya amati dengan teliti, dan Benar…! Itu adalah tubuhku. Tetapi mengapa aku bisa ada di situ…? Sedangkan aku dalam waktu yang sama sedang mengamatinya. Di keningnyapun ada bekas luka seperti yang lainnya. Akan tetapi luka yang ada di dalam kening saya hanya kecil, hanya sedikit penyok. Berbeda dengan tubuh-tubuh yang lain, yang di keningnya sampai ada yang berlubang, bahkan remuk.Seketika saya menangis, karena tubuh itu saya gerak-gerakkan, ternyata tetap diam saja, mata saya buka,dan tetap diam saja. Tubuhku terasa sangat lemas. Sangat takut,sedih tidak karuan. Kemudian orang tua itu berkata lagi, “Mengapa menangis..?” Saya jawab, bahwa saya benar-benar sudah meninggal. Tetapi orang tua tersebut kemudian bilang lagi dengan saya “Coba saya lihat dulu…!”. Setelah dia mengamati luka yang ada pada kening saya, kemudian dia manggut-manggut dan bicara lagi. “Luka ini berbeda dengan yang lainnya. Mudah-mudahan masih bisa diobati.” Kemudian dia lebih mendekati jasadku, benar-benar diamatinya, dan kemudian, dengan tangannya dia mengusap keningku, lalu dia membuka bungkusan yang dibawanya, ternyata dia membawa banyak sekali tongkat-tongkat yang agak pendek dibandingkan dengan tongkat miliknya. Kemudian dia memilih-milih tongkat tersebut, dan akhirnya dia menemukan satu tongkat yang dipilihnya, lalu tongkat itu diletakkan di sebelah jasadku tersebut. Saya terus mengamati dengan ketakutan,dan kesedihan, lemas,juga tangisku yang belum berhenti.Saya lihat luka di kening tubuh itu berangsur-angsur pulih kembali normal, seperti tidak terjadi apa-apa.Tiba-tiba saya lihat jasad itu bergerak-gerak perlahan, dan mata yang tadi terpejam, sedikit-demi sedikit terbuka. Betapa kagetnya saya ketika itu. Seketika saya berteriak “Alhamdulillaah, Aku hidup lagi……!” tak terkira kebahagiaan yang saya rasakan waktu itu. Dan tiba-tiba juga saya terbangun dari tidur saya.Tidak saya lihat lagi peti-peti mati dan jasad-jasad yang ada di sana, Juga kakek-kakek berjubah dengan tongkatnyapun lenyap. Ketika terjaga, masih saya rasakan nafas saya sangat tersengal-sengal seolah-olah saya baru saja selesai berjalan sangat jauh tanpa ada tujuan yang pasti. Dan tubuh sayapun terasa sangat lemas. Tak ada ucapan lain yang keluar dari mulut saya, ketika terbangun kecuali “ALhamdulillaah….!” Saya lihat di sekeliling saya masih saya lihat isteri dan anak saya yang masih balita sedang tertidur pulas. “Alhamdulillaah, saya hanya bermimpi. Tak henti-hentinya saya mengucap kata itu, hingga hampir shubuh, sampai saya tidak sengaja tertidur kembali

.Ya Allah, Engkau masih memberi kesempatan kepadaku untuk hidup, untuk lebih baik lagi dalam beribadah, bersodaqoh, beramal sholeh,menjaga titipan-titipanMu di dunia ini, dan masih memberikan kesempatan kepadaku Untuk bertobat.

Tunjukkanlah Hambamu ini jalan yang lurus,yaitu jalan orang-orang yang Engkau Ridhoi,dan bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai. Jadikanlah kami tetap Iman,dan berilah kami umur panjang dan berguna bagi Agama, dan sesama insan di dunia. Ampunilah segala dosa kami dahulu,sekarang,dan yang akan datang.Yang kami lakukan dengan sengaja atau tidak sengaja kami lakukan. Jadikanlah akhir hidup kami menjadi akhir yang Khusnul Khotimah.

 Mungkin lirik lagu group band Ungu “Andai ku tahu…!” akan menjadi kalimat-kalimat yang terucap apabila manusia mengetahui kapan akan menemui ajal.

Semoga pengalaman pribadi saya ini mengingatkan kepada kita semua bahwa kematian adalah semata-mata urusan Tuhan Yang Maha Kuasa,kapan kita akan dipanggilNya, kita tidak bakal mengetahui.

4 Tanggapan

  1. eduan…mrinding aku….*ngrokok sebatang sek terus sholat*
    Kapan ya aku bisa mengutamakanNya….kekeke curhat

  2. untuk kali ini aq harus setuju ma regsa…asli merinding mas… Kebayang deh semua semua dosa,

    @ Regsa+May

    Apalagi saya Mas,Non, yang bener-bener ngalamin sendiri.

  3. […] Secuil kisah kontempolasi Baru saja saya buka Email, ternyata saya mendapat surat dari rekan lama saya, setelah saya baca, Astaghfirullaah…..Kenapa ceritanya ada kemiripan dengan postingan saya sebelumnya (Andai ku tahu….)  […]

  4. […] dikumpulkan. Mungkinkah, ah . aku tidak mau mengira-ngira. Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: