Secuil kisah kontempolasi

Baru saja saya buka Email, ternyata saya mendapat surat dari rekan lama saya, setelah saya baca, Astaghfirullaah…..Kenapa ceritanya ada kemiripan dengan postingan saya sebelumnya (Andai ku tahu….) 

Dear myColleagues,

“KISAH YANG MUNGKIN NYATA”

Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di
rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat.
Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan
diri dan langsung sholat.
Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang
tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan
adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat
di muka saya.
Selang beberapa lama seorang yang tak tampak
mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya
tiba2 sudah berdiri di depanku.
Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2
itu.
Sebelum sempat bertanya…..siapa dia…tiba2 saya
merasa dada saya sesak… sulit untuk bernafas….
namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara
sebisanya.
Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang
berjalan pelan2 dari dadaku……terus berjalan…..
kekerongkonganku….sakittttttttt……..sakit……
rasanya. Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,….
Oh Tuhan ada apa dengan diriku…..Dalam kondisi yang
masih sulit bernafas tadi,benda tadi terus memaksa
untuk keluar dari tubuhku…kkhh………khhhh…..
kerongkonganku berbunyi.
Sakit rasanya, amat teramat sakit Seolah tak mampu aku
menahan benda tadi… Badanku gemetar… peluh
keringat mengucur deras…. mataku terbelalak…..air
mataku seolah tak berhenti.
Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu
meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa oleh
orang misterius itu…pergi…berlalu begitu
saja….hilang dari pandangan.
Namun setelah itu………aku merasa aku jauh
lebi Ringan, sehat, segar, cerah… tidak seperti
biasanya.
Aku herann… istri & anak2 ku yang sedari tadi
ad diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke
arahku..
Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur
kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi.
Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????…
Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil
menangis… mereka menjerit…histeris …terlebih
istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur
tadi…Siapa dia………….????????
Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan….
dia……..dia…….dia mirip dengan aku….ada apa
ini Tuhan…????????
Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu…..
Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku
coba jelaskan kalau itu bukan aku.
Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku
mulai berteriak…..tapi mereka seolah tak
mendengarkan aku Seolah mereka tak melihatku…
Dan mereka terus-menerus menangis….aku
sadar..aku sadar bahwa orang misterius tadi telah
membawa rohku Aku telah mati…aku telah mati.
Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku
menangis….berteriak……Aku tak kuat melihat mereka
menangisi mayatku.
Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak
yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum
banyak yang bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.
Tapi waktuku telah habis…….masaku telah
terlewati…. aku sudah tutup usia pada saat aku
terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.
Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan
membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk
keluarga dll.
Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati
dalam keadaan belum sholat.
Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup
dan masih bisa membaca E-mail ini sungguh aku amat
sangat bahagia.
Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh,
mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila
maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan
yang lebih siap.

Ya Allah berikan hambamu ini, dan saudara-saudaraku yang membacanya umur panjang dan menjadi umat yang beriman dan bertaqwa.

11 Tanggapan

  1. to REGSA : renungke kayak gini ki…kapan sadarmu, hidup kok cengengesan terus…kurangi nongkronge….ditambal bolong sholate…jangan nuntut hak terus tapi kewajiban maless . Siap ngak siap, kamu harus mau sewaktu-waktu dicabut nyawamu, terus piye kamu nanti? padahal Dia dah ngasih bocoran soal2 untuk selamat diakhirat kok masih aja kamu males mempelajari.Kalo dibilangin malah mesam-mesem, wis nganteng sendiri po? kamplengi sisan engko…..

  2. Waduch jadi malu nich…
    Kebiasaan “ah masih ada waktu” ternyata merasuki semua rongga kehidupan saya …
    Salam kenal Pak

    ========
    2:regsa
    koment buat saya juga

    2:deking
    thanks dah mampir, link ya.

  3. nice post.huuu, jd sedih juga
    btw, makasi ud brkunjung..lam knal balik

  4. jadi ingat “kontemplasi kematian” waktu ikut salah satu training di kampus.. ceritanya mirip..

    saya pernah bertanya pada seorang ustadz via YM.. dan saya bertanya, “kenapa saya merasa keimanan ini tidak terlalu meyakinkan.. apakah saya terlalu malas untuk belajar ilmu agama?”

    dan ustadz itu berkata,”karena Anda belum pernah berada pada posisi dimana Anda akan meninggal..”

    dalamnya makna sebuah kematian..
    regards,

  5. ehhh
    g aneh ah..hehe
    blog nya bagus kokk

  6. […] yang memberikan gambaran sebuah kontemplasi kematian. Jadi teringat ini, setelah membaca postingan Secuil kisah kontemplasi nya Mas Liliks [Terima kasih telah mengingatkan akan kematian]. Waktu itu, seluruh peserta training […]

  7. speechless

  8. itu beneran nyata ceritanya? trus udah tanya ama orang ngerti lum artinya itu

  9. Gak berani coment untuk yang kayak gini.
    Hiii…… atuutt

  10. @pury
    Thanks kunjungannya
    @ricky
    wah postingannya bikin merinding juga ngebacanya
    @anonim
    thanks udah jadi tamuku,sayangnya anda tidak ninggalin alamat
    @aribowo
    nyata dalam mimpi saya mas. Saya nggak tanya ke orang ngerti, takut maknanya jelek.
    @ekosuper
    saya juga atuutt mas

  11. […] Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah . aku tidak mau mengira-ngira. Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: