Ternyata obat itu sudah ada di Medan

lampu bangjo Gambar ini terkenal dengan sebutan LAMPU BANG-JO(abang-ijo(merah-hijau), kasihan kuningnya nggak ikutan)

Semua penyakit pasti ada obatnya, itulah kata-kata yang menjadi kebiasaan diucapkan kalau kita sedang bertemu atau sedang menengok orang sakit.Tetapi sakit juga bermacam-macam, ada sakit fisik,sakit batin,sakit jiwa, dan sakit trauma (ini merupakan jenis penyakit bukan ya).

Khusus untuk masalah trauma ini, psikiaterlah yang mungkin cocok untuk membimbing agar si pasien cepat sembuh.

Lhah…trauma juga macem-macem, ada trauma karena ketinggian(Phobia), trauma karena melihat benda-benda tajam, trauma melihat laki-laki sangar(mungkin karena pernah diperkosa,atau yang lain),trauma melihat hewan-hewan buas, dll.Tetapi yang saya alami termasuk trauma yang tergolong aneh dan unik, dan saya sudah yakin sebelumnya kalau seorang psikiater pun akan susah menyembuhkan trauma yang satu ini. Trauma terhadap apa sih, sampai-sampai nggak yakin kepada kemampuan seorang psikiater?
Membaca postingan dari Non May tentang kebiasaan barunya, jadi teringat dengan apa yang saya alami yang merupakan trauma dalam hidup saya.
Trauma dengan traffic Light…..!

Mungkin ini varian baru dalam dunia traumatisme, karena dari berbagai literature yang aku baca, belum pernah aku nemuin orang yang trauma terhadap Lampu Lalu Lintas ini.

Untung saya nggak pergi ke Psikiater, sehingga nggak dijadiin kelinci percobaan karena menemukan varian baru di dunia traumatisme.Ceritanya sih udah lama banget, sekitar tahun 2002 tapi yang namanya trauma ya tetep saja nggak ilang-ilang.Waktu itu aku mau mudik ke Jogja, ketika aku keluar dari halaman rumah kontrakanku dulu di Temanggung Jawa Tengah, ada tetangga yang mau numpang sampai Magelang. Okey lah nggak masalah, itung-itung buat temen ngobrol di jalan biar nggak ngantuk. Seperti biasalah aku tetep harus denger bunyi “KLIK” dari safety belt-ku sebelum aku mulai jalan. Tetapi ketika itu terus terang aku nggak enak nyuruh tetanggaku untuk pake sabuk pengaman, ntar dikiranya gimana gitu, jadi aku biarin ajha.Ketika kami udah memasuki kota Magelang, dan memang lalu-lintasnya rame banget.Sudah banyak traffic light yang aku lewati dan nggak masalah. Tetapi ketika aku mendapati satu traffic light lagi, dan mobilku masih dalam kecepatan lumayan(kenceng maksudnya), aku lihat lampu itu berwarna hijau, dan aku tambahin ajha kecepatannya biar nggak kebendung lampu merah. Tapi sekitar 20 meter sebelum memasuki gawang lampu hijau itu, ternyata sudah berubah menjadi kuning, dan dengan waktu yang sangat singkat berubah menjadi merah, pas ketika aku sekitar 5 meter sebelum memasuki gawang. Wah dalam keadaan terjepitpun aku masih bisa berfikir, walau penuh keragu-raguan. Kalau aku rem secara mendadak, aku yakin penumpangku bakal terperosok ke depan, bisa-bisa tuh wajah nyungsep di dashboard, dan mungkin juga pengendara di belakangku bakal kaget sepertiga mati, yang ujung-ujungnya bisa nabrak dari belakang, wah gimana nih.  Ternyata dalam kekalutan itu, aku memutuskan untuk terus menerobos lampu lalu lintas yang sudah berwarna merah membara. Padahal di samping lampu itu ada pos Pak Police, yang di dalamnya banyak petugas-petugas yang ahli dalam kejar-mengejar. Kecepatan tetep aku bikin kenceng, dan sekali-kali aku lihat dari spion tengah, jangan-jangan aku diubernya. Haaah…bener…..aku lihat ada dua petugas keluar dari pos, dan langsung berboncengan memacu motornya layaknya seorang pembalap.Aduuuh……..sial neh. Aku masih bingung mau ngumpet kemana, kalau pake motor sih agak mending bisa langsung masuk gang. Dan ternyata setelah sekitar 3 Km aku bisa didahuluinya. Akhirnya,…P(Petugas): “ Selamat sore Pak…”A(Aku): “ Selamat sore…”P:Bapak tahu, kenapa saya berhentikan di sini…?A:Tahu, Pak…..melanggar lampu merah. Tetapi karena kuningnya terlalu cepat ganti merah Pak, sanggahku. Hehehehe…P:Kenapa dilanggar…? Itu bisa membahayakan orang lain sesama pengguna jalan Pak, jadi Bapak melanggar Pasal sekian dan dendanya sekian sampai sekian. Bapak mau datang ke Pengadilan sendiri apa cukup diwakilkan….?A:Kapan Pak sidangnya…?P:Minggu depan, hari Rabu di Pengadilan ini.A:Wah, saya harus kerja Pak, Saya nggak bisa,dan biaya perjalanan Saya ke Pengadilan terlalu mahal karena jauh banget. Kalau diwakilkan prosedurnya bagimana Pak…? (Sok Tanya prosedur segala, padahal mau ngajarin nggak bener alias Nyuap….)P:Ya…Bapak bisa titip di sini, besok ada petugas yang mewakili ke Pengadilan.A: .(Wah baik banget neh petugas, pikir saya) Kalau diwakilkan dendanya berapa Pak….? Tanya saya.P:Seratus ribu.(Wah singkat banget ngejawabnya)A:Wah dendanya mahal banget sih Pak, setahu saya kalau sepeda motor khan Cuma 20 ribu, nah kalau roda empat ya 2 kalinya ajha donk.Akhirnya BLA…BLA…BLA….disepakati 50 ribu.A:Tapi sebentar ya Pak, kebetulan uang saya ratusan nih Pak, jadi saya buat beli rokok dulu ya, ntar nunggu kembaliannya.Ternyata Petugas itu dengan setia menunggu saya beli rokok(Menunggu saya apa kembaliannya ya, hehehe) Ya mulai dari kejadian itulah aku jadi trauma  kalau pas jalan tapi lihat lampu lalu lintas berwarna hijau, bahkan sampai sekarang. Mending lihatnya merah duluan. Sering aku berangan-angan, alangkah enaknya kalau lampu itu dibuat digital, dan ada countdown-nya.Dan ternyata bener juga tuh, angan-anganku terwujud ketika aku setahun yang lalu ada acara di Surabaya pas naik Taxi, aku lihat lampu lalu lintas sesuai dengan angan-anganku. Spontan aku koar-koar “Naaaaaah……harusnya tuh begini kalau pasang lampu merah yang bener…!”Pak sopir taxi Tanya juga “Emangnya kenapa Mas…..?” Aku Cuma ngejawab sekenanya ajha.Dan ternyata di Jogjapun beberapa waktu lalu juga sudah mulai menggunakan lampu seperti ini, walaupun masih sebatas di dalam kota. Bisa nggak ya diambil kesimpulan “Bahwa penderita trauma lampu lalu lintas ternyata banyak di dunia ini, berhubung sekarang sudah mulai banyak dipasang lampu dengan penghitungan mundur”.Dan karena lampu jenis ini kebanyakan baru di Medan, maka untuk mengobati traumaku ini, haruskah aku pergi ke Medan….? Karena di Medan semua lampu lalu lintas sudah menggunakan system counter. Atau aku pasang ajha lampu jenis ini di depan pintu gerbang rumah ya….? (malah dikira stress beneran ya)    

6 Tanggapan

  1. met kenal.

  2. Mas liliks… biar traumanya nggak nambah jangan ngebut kalo udah mendekati BangJo… sekalian melatih kesabaran.

    Fhoto anaknya di flickr lucu tuh.

    #—
    Ya,skarang udah sadar koq. dah punya kluarga yang senantiasa nunggu di rumah. tapi tetep traum jhe Mas.

  3. Kejadiannya di pertigaan kebonpolo bukan mas? Karena di tempat itu juga aku pernah tertangkap kering (panas, jadi ndak basah) nyerobot lampu merah. Persis, lampu kuningnya secepat kilat. Bapak Polisi yang terhormat ternyata sudah standby di depan, 50 meter dari lampu. Dan rahasia di lampu bang-jo kebonpolo, di belakang lampu merah-kuning-hijau ada sebuah lampu kecil (merah) yang akan menyala jika lampu traficlight menyala merah, dan mudah dilihat oleh petugas yang standby tadi. Sehingga kalo kita melanggar sepersekian detikpun bakalan ketahuan. Jadi, berhati-hatilah kalo lewat tempat tersebut.
    Habis kejadian itu, trauma juga. Sekarang udah mendingan. Salahsatu obatnya, adanya “free counter” di lampu bangjo.

    #—
    Yups…..bener sekali di Kebonpolo Mas.

  4. Hehehe, ternyata postinganku mengungkit traumanya mas lilik, ups, sory mas. Btw mau konfirmasi mas, ga semua traffic light di Medan dilengkapi counter mas,ya yang di daerah perbatasan medan masih make model lama. Tapi klu dipikir lebih enak ga da counternya mas coz klu liatin counternya malah menimbulkan kegiatan aneh yang baru (serasa mo balapan F1,wkekekeke).

  5. trapik laik di kotaku malah pake koin….

  6. kok trauma mas padahal khan beramal…kalo iklhas seh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: