Pageblug

Pageblug, kata ini benar-benar menjadi momok bagi orang Jawa. Ketika sebuah pedusunan atau kawasan secara tiba-tiba terlanda bencana, warga dalam jumlah besarmendadak sakit atau meninggal, orang Jawa menyebutnya pageblug. Mitos soal pageblug memang dulu sering kita dengar. Misalnya saja mitos tentang Nyai Rara Kidul yang sedang melakukan perjalanan untuk merekrut pengikut baru. Rombongan pasukan Nyai Rara Kidul yang melakukan perjalanan itu kemudian konon menimbulkan penyakit bahkan ada yang sampai meninggal, dengan jumlah yang tidak sedikit.Maka kemudian oleh para “orang tua” diwiradati(diupayakan dengan suatu cara), agar perjalanan pasukan Nyai Rara Kidul tidak menimbulkan korban. Misalnya dengan memasang piranti-piranti tolak bala.Hal semacam itu memang mitos lama, tetapi hingga kini masih terus dihayati oleh rakyat, terutama di pedesaan. Bahkan beberapa waktu lalau kita pernah melihat, di depan rumah warga di daerah Magelang, Temanggung, Ambarawa, dan daerah lainnya memasang plastik berisi air warna-warni. Konon itu juga sebuah wiradat, karena konon pasukan Nyai Rara Kidul mau lewat. Kini ketika zaman sudah sangat modern seperti ini, kepercayaan itu juga masih melekat. Termasuk pula ketika delapan warga Beran, Kanigoro, Ngablak, Kabupaten Magelang meninggal tiba-tiba akibat serangan penyakit misterius. Mereka pusing,mual,lalu muntah-muntah. Delapan orang tak tertolong, 21 orang lainnya dirawat di rumah sakit dan Puskesmas. Orang kemudian menyebutnya sebagai pageblug. Bahkan warga setempat menduga-duga, penyebabnya berkaitan dengan pembangunan cungkup makam cikal-bakal dusun.Terlepas dari mitos atau legenda masyarakat, bagaimanapun korban sudah jatuh. Sudah menjadi tugas pemerintah untuk menangani permasalahan ini. Langkah cepat Bupati Magelang yang menetapkan musibah di Beran sebagai KLB, layak kita beri salut. Ini bukti kepedulian pemimpin daerah. Tentunya setelah memutuskan KLB, langkah lanjut segera ditemukan. Bisa saja sumber air minum tercemar,baik oleh zat kimia yang digunakan untuk menyemprot tanaman pertanian, misalnya. Atau pola hidup dan sanitasi yang kurang baik, atau penyebab lainnya.

Dengan segera diketahuinya penyebab musibah tersebut, diharapkan masyarakat menjadi paham. Kalaupun mitos itu kemudian dipercaya, tetapi setidaknya ada imbangan yang logis, berupa pendapat yang nalar. Dengan adanya penalaran, warga menjadi paham. Misalnya harus menjaga kebersihan,berhati-hati dalam merawat tanaman pertanian mereka, dan menjaga makanan yang mereka konsumsi agar terbebas dari zat-zat berbahaya. Kemudian, bantuan bagi warga yang terkena musibah, pastilah pemerintah sudah memikirkan. Misalnya santunan untuk yang meninggal, dan pembebasan biaya perawatan bagi yang masih dirawat di RS atau Puskesmas. Sampai kini kita masih menunggu hasil penelitian pihak berwenang mengenai penyebab pageblug tersebut, karena hasil sementara menunjukkan bahwa makanan, dan minuman yang dijadikan sampel tidak menunjukkan adanya racun Sianida.  Kemudian untuk test urine para korban masih harus menunggu paling tidak tiga hari ke depan. Walaupun pihak Kepolisian menginginkan untuk mengotopsi jenazah korban ini, agar lebih mudah menemukan penyebab kematian, akan tetapi para pihak keluarga korban menolaknya. Semoga segera memberikan hasil, dan semuanya menjadi pelajaran agar peristiwa semacam ini tidak terulang.

Mudah-mudahan Saudara-Saudara kita di dusun itu tabah dalam menghadapi cobaan ini.

Sumber:Wawasan

4 Tanggapan

  1. turut berbela sungkawa ama sedulur2 dijogja

  2. apik benget lah, jangan lupa perbanyak artikel mitos tentanmg gempa bumi jogja, ya lokalitas jowone lah

  3. turutberdukacita

  4. mitos atau fakta haha….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: