Dona II

Sebelum baca Dona II, sebaiknya baca dulu kisah Dona I, yang mana kisah terakhirnya adalah ketika Dona pergi dari Pondok salaf di Jogjakarta.

Berat memang untuk menjalani kehidupan yang baik-baik. Ingin membenahi cara hidup yang baik memerlukan pengorbanan yang besar. Singkatnya, setelah keluar(melarikan diri) dari pondok salaf tersebut, Dona akhirnya kembali ke rumahnya. Selang beberapa waktu Dona kembali berkenalan dengan seorang laki-laki akan tetapi saya tidak tahu siapa. Sampai pada akhirnya suatu malam saya mendapat telfon dari Dona yang isinya berpesan ke saya untuk menyampaikan kabarnya kepada keluarga Dona. Dona menyuruhku untuk menyampaikan kepada orang tuanya kalau Dona hari ini nggak bisa pulang, karena masih di tempat temennya di daerah Gombong, dan Dona ditinggal temennya pulang, trus Dona nggak tahu jalan untuk pulang. Aku tanya sana-sini Dona cuma bilang seperti itu. Tak lama kemudian saya mendapat telfon dari orang yang mengaku aparat kepolisian berpangkat Kapten dari kepolisian daerah Gombong Jawa Tengah. Orang itu menanyakan macem-macen kepada saya termasuk apa hubungan saya dengan Dona. Saya terus terang bilang kalau Dona adalah teman saya tapi sudah lama sekali. Petugas itu ngotot tanya macem-macem termasuk apakah saya pacarnya Dona atau bukan. Setelah petugas itu tahu bahwa saya tidak ada sangkut pautnya, saya tanya petugas itu ada apa sebenarnya. Panjang lebar petugas itu menceritakan kejadian yang baru saja terjadi sampai dia menghubungi saya dari kantor Polisi. Pada intinya adalah salah satu anak buahnya telah menyelamatkan Dona dari usaha bunuh diri dengan cara menabrakkan dirinya ke kereta api yang mau lewat. Gila…….sudah dua kali Dona berusaha bunuh diri, dan lagi-lagi diselamatkan oleh seseorang.

Dan petugas itu juga bercerita bahwa menurut cerita Dona, setelah Dona berpacaran dengan salah seorang aparat negara yaitu seorang tentara dari daerah Gombong, pacar Dona meninggalkan Dona begitu saja tanpa bertanggung jawab, setelah menikmati tubuhnya. Astaghfirullah……sampai kapan kamu ulangi perbuatan itu lagi Dona…!.

Waktu itu Dona masih diamankan di kantor polisi, tak lama setelah petugas itu menelfon saya, kembali Dona telfon ke saya tentang pesannya kepada keluarga sudah disampaikan apa belum. Saya tidak menjawab pertanyaan Dona. Justru saya berbalik bertanya. “Kenapa kamu mau bunuh diri lagi Dona…?” Apa kamu sudah bener-bener gila….?” Dona kaget ketika saya mengetahui apa yang baru saja terjadi. Waktu itu saya hanya berpesan kepada Dona, jadilah seorang wanita yang baik, jangan gampang melakukan tindakan yang paling bodoh di dunia ini.  Berpacaran yang tidak sehat, dan usaha bunuh diri adalah perbuatan yang sangat terkutuk dimata Tuhan. Dan waktu itu saya juga bilang ke Dona bahwa Saya tidak mau kenal lagi, tidak akan pernah mau menerima telfon lagi dari Dona, sebelum memperbaiki jalan hidupnya.
Setelah sekian lama tidak ada kabar dari Dona, pas ketika hari pertama Lebaran kemarin, saya kembali mendapat telfon dari seorang cewek. Ternyata dia adalah Dona. Dia bercerita, bahwa sekarang dia sudah menikah dengan orang dari Lampung, dan sudah dikaruniai seorang anak perempuan. Sekarang Dona tinggal di Lampung bersama suaminya, yang dulu pertemuan mereka terjadi di Jogja, karena suami Dona dulu kuliah di Jogja. Dona juga bercerita bahwa suaminya orang baek-baek, sayang terhadap Dona. Dan Donapun akan berusaha keras untuk membuka lembaran baru hidupnya bersama suami yang bertanggung jawab.

Harapan saya menulis kejadian ini semata-mata hanyalah agar mengingatkan kita untuk berbuat sesuai dengan aturan dan norma-norma agama. Berharap agar Dona tidak melakukan tindakan bodoh yang ketiga kali, yaitu mencoba bunuh diri setelah usaha pertama dan keduanya gagal.Karena usaha yang ketiga biasanya berhasil.

Di samping itu agar mengingatkan kita, terutama cewek-cewek agar senantiasa menjaga kehormatan diri. Apabila berpacaran, lakukanlah dengan kaidah-kaidah yang baik, karena boleh jadi pacar anda sekarang bukanlah suami anda kelak. Sekali pacar anda diberikan sesuatu dalam tubuh anda, saya yakin pacar anda akan minta kembali, bahkan akan minta yang lebih dari apa yang telah anda berikan. Setelah itu bagaimana jadinya kalau pacar tercinta anda sudah merenggut kehormatan anda, dan di perut anda sudah tertanam benih-benih manusia, dan pada akhirnya pacar anda meninggalkan anda, itulah yang terjadi kalau kita tidak bisa menjaga norma-norma dalam berpacaran.

Sekian…………………! THE END.

Satu Tanggapan

  1. horeeee happy ending . Untuk petuah diparagraf akhir akan saya renungkan pak cik…

    @—
    mudah-mudahan sampai sekarangpu masihtetep happy mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: