Allaahu Akbar….! GUBRAAAAKS…….

Waktu itu aku masih bekerja di daerah kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Sekitar 110 KM dari Jogjakarta. Malem itu, aku berencana datang di acara perkawinan temanku yang ada di Kota Temanggung yang jarak dari rumah tempat aku tinggal sekitar 20 Km. Acara jam 19.30 kalau nggak molor dimulai. Planku nggak lama di acara tersebut, langsung mau ngacir pulang ke Jogja karena kebetulan acara pas hari Sabtu malem. Karena ini acara resmi, so pasti aku juga kudu berpakean ngak asal-asalan, batik tentunya. Accessories yang biasa aku pake ketika di jalan, terpaksa aku masukkan semua di ranselku seperti Jaket kulit,sarung tangan kulit, dan celana jeans Lea butut,yang rencananya akan aku pake setelah acara di temanku selesai dan aku balik Jogja, kecuali helm sebagai pelindung kepala. Tetep helm ini yang aku pake, bukan helm ciduk, atau helm yang standart-standart an, tapi helm bekasku dulu ketika masih suka ngikutin perlombaan drag race lokalan di Jogja.Karena waktu itu bulan puasa, setelah aku buka puasa dulu dan sholat Maghrib dengan niat mantap, aku sudah nangkring di motorku. Waktu itu temen kerjaku yang rumahnya sekomplek dan bersebelahan denganku berpesan agar aku hati-hati di jalan. Bahkan dengan agak memaksa, mbok nanti nggak usah langsung pulang ke Jogja, balik lagi ajha dan ke Jogjanya besok pagi. Aku tetep ngotot juga, walau dengan kata-kata halus aku terima kasih atas pesannya dan aku akan hati-hati. Baru 10 meter dari halaman sudah diberhentiin sama security kantorku, dengan pesan yang nyaris mirip dengan temanku yang tadi. Aku melihat kekhawatiran wajah terpancar dari raut muka mereka. Okey lah…aku dengerin pesan mereka, tepi karena udah niat mau balik Jogja, ya tetep kudu pulang. Padahal waktu itu keinginan pulang karena pengin ketemu keluarga nyak babe, dan temen-temen begadang di serambi masjid, maklum waktu itu masih jombloisme.Berdoa sebelum berangkat, merupakan kewajiban bagiku. Setelah itu aku pancal motor keluar dari gerbang kompleks, dan tidak jauh dari gerbang tersebut merupakan jalanan yang di tengah-tengahnya ada tugu, sehingga pemakai jalan dari arah yang berlawanan dari arahku harus muter dulu. Karena aku merasa di satu jalur, jelas aku geber tuh motor. Pas di sebelah tugu itu, aku lihat ada pengendara sepeda motor berboncengan dengan kecepatan tinggi menuju ke arahku, tidak memutar terlebih dulu. Hanya hitungan beberapa meter saja, dan kecepatannya tidak berkurang, juga kecepatanku yang sudah tidak mungkin aku stop lagi, karena semua rem depan dan belakang sudah aku tekan habis, tetapi tetep juga masih jalan.Dalam kepanikan itulah aku yakin tabrakan tidak mungkin bisa aku hindari. Sambil terus aku mengerem, untunglah kata-kata yang keluar dari mulutku bukan kata-kata jorok seperti bajingan,anjing,dll, tetapi Allaahu Akbar…!  Dan mungkin tidak ada 3 detik kemudian Gubbbrrrraaaaksss…! Orang itu berboncengan dan terpental, akupun mengalami nasib yang sama, dan aku tetep sadar ketika tabrakan itu terjadi, aku terpelanting, dan aku juga merasakan benturan keras di kepalaku membentur aspal dua kali, Duakkk…duakkk….! dan telapak tanganku juga aku rasakan seolah terseret di aspal. Aku terguling. Aneh…tak lama kemudian aku bisa bangun sendiri. Dan sungguh keanehan lagi yang aku lihat waktu itu. Aku lihat di situ teronggok dua sepeda motor punyaku dan punya orang itu dalam penglihatanku hanya sebesar korek api. Subhanallaah……! Benar-benar aneh. Seolah-olah aku terhipnotis, tercengang tidak tahu harus berbuat apa. Baru ketika aku dengar suara seorang ibu berkata, Mas…itu tasnya jatuh…! Seketika itu penglihatanku kembali normal, aku sadar kalau tasku lepas, dan helm cakil yang aku pakaipun bisa lepas juga. Sejenak aku tidak berani apa-apa karena pikirku, kepalaku pasti terluka, dan telapan tanganku juga pasti terkelupas hebat. Aku tidak berani melihat telapak tanganku, tetapi ketika aku rasakan dengan jari-jariku, tidak ada rasa perih barulah aku lihat, dan Alhamdulillah memang tidak apa-apa, aku tidak terluka sedikitpun dalam tubuhku. Setelah orang-orang sekitar menolongku membawa motor ke pinggir jalan, dan kedua orang lawanku bertabrakan juga sudah dipinggirkan, orang-orang itu membelaku karena aku di sisi jalan yang benar. Aku lihat motorku memang rusak di bagian stirnya,nggak bisa lurus. Emosiku keluar….aku ngotot harus dibenahi saat itu juga. Tetapi memang nalarku sudah hilang jadi malem-malem mana ada bengkel buka. Aku juga diberi pengertian oleh orang-orang sekitar, aku terima sarannya untuk dibengkelkan besok pagi. Dan orang yang menabrakku tadi yang satu masih terduduk, dan bilang, Mas kalau kamu, sakit, tetep aku obatkan, kalau motormu rusak, aku bengkelkan, kalau kamu lecet-lecet aku malah lebih parah, jariku hilang satu Mas….! Sambil menunjukkan jari-jarinya, dan memang aku lihat sari tengahnya putus, tinggal separuh, berlumuran darah.Masya Allah……..Mode bijak On: Seketika aku sadar dan kembali menjadi manusia yang tidak gampang emosi. Aku hanya minta pengakuan dia tentang kesalahannya. Akhirnya kamipun damai, berjabat tangan.Setelah aku teliti, okeylah nggak apa-apa aku masih bisa jalan dengan kondisi kemudi seperti itu. Orang itu mengeluarkan entah berapa lembar uang yang akan diberikan ke aku untuk servis motor, tapi mana aku tega menerima, uang itu padahal aku tidak terluka, sedangkan teman orang itu kehilangan jarinya…? “Mas….sudahlah, yang penting kamu sudah mengakui kesalahanmu, ambil saja uang itu untuk mengobati temanmu”, kataku.Akhirnya kami berpisah dengan kondisi masing-masing. Sesampainya di tempat pernikahan temanku, aku langsung mencari tempat yang terang oleh lampu , aku teliti tubuhku, tidak ada lecet sedikitpun. Tetapi aku lihat banyak darah menempel di helmku. Darah siapa ini? Pikirku, lalu aku minta tolong orang di situ untu memeriksa kepalaku, jangan-jangan terluka parah(padahal aku tidak merasakan sakit sedikitpun di kepalaku), orang itu bilang, tidak ada yang terluka Mas…! Aku ingat, ternyata darah itu adalah darah orang yang menabrakku, karena sempat tadi aku lihat helmnya berada di sebelah orang yang jarinya putus.Tidak lama aku berada di acara tersebut dan aku terus minta pamit, setelah aku ganti baju safety ku. Back to Jogja, aku sampai rumah sekitar jam dua belas malam, dan setelah ngobrol dengan nyak babe, langsung sesuai plan semula, kembali ke serambi Masjid, ngobrol dengan teman-teman dan nostalgia tidur di serambi masjid yang semenjak lulus SMA hingga lulus kuliah dan akhirnya aku harus meninggalkan Jogja untuk bekerja, selama itu aku selalu tidur di serambi masjid, selama sekitar 6 tahun berturut-turut.Sekembalinya aku dari Jogja ke Temanggung, aku cari orang yang bertabrakan denganku,degan niat menengok, tetapi tidak ketemu.If Mode On:Kalau saja kata-kata yang keluar dari mulutku ketika aku akan bertabrakan adalah kata-kata kotor, mungkin saja(maka) aku akan ikut celaka juga, mungkin akan lebih parah.Kalau saja waktu itu bukan bulan puasa, mungkin saja aku juga akan babak belur.Kalau saja saya tidak pernah berada di serambi masjid selama itu, mungkin saja kepalaku akan terluka parah.Wallaahu alam.Marilah kita merenung sejenak, ketika secara spontan kita hampir celaka, kata-kata seperti apa yang otomatis keluar dari mulut kita. Apapun agama/keyakinan yang dianut.Terkadang aku juga sadar, dulu aku tidak pernah sama sekali memasukkan makanan dengan tangan kiriku, tapi sekarang….aku sering memergoki tangan kiriku memasukkan makanan itu.Dulu ketika aku hampir celaka, kata-kata indah yang selalu keluar dari mulutku, tapi sekarang….aku terkadang mendengar mulutkku mengatakan “Sialaan…!”

Astaghfirullaah. Bimbinglah hambamu ini kembali ke jalan yang Benar ya Allah.

3 Tanggapan

  1. wew…..
    ajaib…

  2. uanc****..hahaha
    Bagus untuk perenungan..

    #—
    ****cuk…kekeke. rada kumat.

  3. ……
    *mode merenung on*

    #–
    merenung selesai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: