Kenaikan gaji PNS (pemberantasan kemiskinan)..?

Alkisah di Negara Indoxenia yang terkenal dengan Negara korup di belahan bumi ini, ternyata kehidupan rakyatnya beraneka macam. Indoxenia bisa dibilang Negara yang miskin, banyak rakyat yang tidak bisa makan nasi karena harga-harga melambung. Rakyat menggantinya dengan nasi aking, yaitu nasi basi yang dikeringkan dan dimasak lagi untuk dimakan. Nggak kebayang dech rasanya seperti apa. Banyak sekali daerah yang kekurangan air, sehingga banyak pertanian gagal.Lebih parah lagi banyak sekali peminta-minta di jalan yang entah dengan segama macam alasan mereka enjoy, dan menjadikan kebiasaan tersebut sebagai suatu pekerjaan pokok. Untuk hal ini aku nggak banyak koment dech, soalnya aku pernah ngalamin sendiri begitu susahnya untuk mencari kerja. Pengalaman sebagai sales keliling, ternyata untuk mendapatkan uang Rp. 10.000,- saja amat susah. Jalan sampai berkilo-kilometer jauhnya demi mendapatkan pekerjaan yang halal. Berbeda dengan seorang Juragan yang hanya tinggal ongkang-ongkang kaki saja rekening di Bank nya selalu sibuk menerima transfer uang.Di sisi lain ketika kita sedang melintas di jalan raya, banyak berseliweran mobil-mobil mewah apalagi yang kelasnya kurang mewah, sangat banyak sekali walaupun harganya tetep di atas seratus jutaan. Di daerah-daerah tertentupun sering kita melihat rumah-rumah yang sangat mewah yang harganya sampai milyaran, apalagi yang harganya “cuman” ratusan juta. Sudah sumpek rasanya bumi ini.Terus, sebenernya Indoxenia termasuk Negara miskin,Negara kaya,Negara makmur,atau Negara korup? Menjawab semua pertanyaan tersebut cukup dengan satu jawaban saja.“Tergantung dari sudut pandang mana melihatnya..!” titik. Dari sudut pandang orang miskin, maka Negara ini adalah Negara miskin,dari sudut pandang orang kaya, maka Negara ini Negara yang kaya, begitu seterusnya.Walaupun rakyat miskin susah untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, masih tetap ada-ada saja yang dilakukan, salah satunya dengan mengadakan kegiatan arisan, agar dalam kondisi apapun masih tetap bisa tertawa, demikian kata ketua arisan.Dengan dalih belas kasihan terhadap rakyat yang masih berada di garis kemiskinan dan di bawahnya, kemudian para Menteri Negara Indoxenia mengadakan rapat untuk membahas permasalahan tersebut dengan thema “BAGAIMANA CARA MEMBERANTAS KEMISKINAN.” Akhirnya didapatkan keputusan bahwa untuk memberantas kemisikinan adalah dengan menaikkan gaji PNS (Pegawai Negara Sini) sebesar 20% di tahun 2008. Dengan harapan dapat meningkatkan daya beli masyarakat atau minimal mempertahankan daya beli. Namun apa yang terjadi sebelum keputusan itu bisa dilaksanakan? Ternyata harga-harga sudah mulai menanjak, terutama harga bahan makanan pokok rakyat terutama di daerah sini. Kenaikannyapun tidak mau kalah dengan rencana kenaikan gaji yang “hanya’ 20%. Menurut laporan kenaikan harga sudah mencapai 30%. Minyak goreng curah saja per liternya sampa tembus ke harga Rp. 9.000 an. Mungkin sudah saatnya semua makanan direbus saja, atau dimakan mentahan agar tidak terkena imbas kenaikan harga minyak goreng ini.Akhirnya rakyat miskin yang bukan PNS lah yang akhirnya tercekik dengan kebijakan seperti ini. Apakah Negara telah gagal untuk memberantas kemiskinan di negeri ini? TIDAK SAMA SEKALI.Justru disitulah letak keberhasilannya. Setelah perlahan-lahan rakyat miskin semakin tercekik dengan harga kebutuhan pokok yang melambung, dan tidak mampu untuk membelinya, maka secara pelan-pelan rakyat miskin akan semakin kelaparan, satu persatu tumbang, mati dengan cara yang mengenaskan. KELAPARAN karena tidak mempunyai kemampuan daya beli sama sekali. Untuk bertanampun sudah tidak ada lagi lahan yang bisa ditanami kebutuhan makanan pokok, karena di sana-sini sudah terbangun property yang amat megah. Kalaupun ada lahan, untuk membeli pupuk saja tidak mampu, akhirnya dengan seiring waktu yang berjalan tiada henti, rakyat miskin akan habis……mampus…..tidak tersisa. Hingga akhirnya yang tersisa adalah orang-orang kaya yang tong sampahpun berisi lembaran uang. Itulah kesuksesan yang akan dicapai Negara Indoxenia untuk pemberantasan kemiskinan. Orang-orang miskin akan diberantas habis. Dan muncullah Negara Indoxenia baru yang tidak berisi orang-orang miskin. 

*Mode merenung ON:*

Terkadang aku heran, mangkel (atau ngiri ya) dengan Pegawai Negara Sini yang kesehariannya sering aku jumpai, masuk kantor selalu terlambat,bekerja lemot bangget layaknya modem Dial Up,jam sembilan pagi sudah ngelayap belanja, dan pulangnyapun seenak udelnya sendiri. Dan banyak yang berprinsip “Kalau bisa dipersulit, kenapa mesti dipermudah?”  dan selalu menuntut gaji yang tinggi.

*Mode merenung OFF:*

*Switch to mode Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara:*

1. Sistem absensi aku buat dengan sensor kornea mata, setiap keterlambatan 1 jam langsung potong gaji 4% berlaku kelipatan.

2. Bekerja sesuai system target, nggak tercapai nggak dapet gaji ke 13

3. Automatic monitoring, kerja lemot,pelayanan semena-mena langsung  kena setrum 1000 Volt.(Arus AC tentunya) 

 *Switch to mode NGACIIIIR….sebelum didemo para PNS*

13 Tanggapan

  1. indonexia??
    negara tetangga ya?

  2. asyemm saya kena tag kok dapet peran antagonist lagi
    buset dah si ketua arisan sama ibu pkk jadi peran tertindas
    hoohhohohohoohhohohohhooh
    hati2 lho diamuk sama premanhantu ntar:mrgreen:

  3. Terkadang aku heran, mangkel (atau ngiri ya) dengan Pegawai Negara Sini yang kesehariannya sering aku jumpai, masuk kantor selalu terlambat,bekerja lemot bangget layaknya modem Dial Up,jam sembilan pagi sudah ngelayap belanja, dan pulangnyapun seenak udelnya sendiri. Dan banyak yang berprinsip “Kalau bisa dipersulit, kenapa mesti dipermudah?” dan selalu menuntut gaji yang tinggi.

    T_T jangan heran lah mereka kan Pegawai Negeri jadi negeri ini punya mereka dan bisa dibuat seenak udelnya sendiri hehehhe.. coba kalo gi ganti jadi Pelayan Negara Sini pasti kerjanya ga gitu deh.. wong pelayan aja kok….

    btw itu bener Mentrinya?? kok ga ada acara makan2 pas diangkat nih wkakkakakka
    *kaburrr*

  4. Kalo 3 usul mas liliks bisa diwujudkan, pegawai negeri negara ini akan banyak yang stresss! mungkin termasuk pejabat-2nya!

  5. *ambil mic,ditutuk2 ujungnya*
    egrg..cuman mau sedikit pesen tertawalah sebelum gila, karena kalo sudah gila kita akan kehilangan makna ketawa.
    *lempar mic gaya rocker*

  6. apalagi saya yg buruh gini mas…jaman sekarang apa2 susah, belon lagi anak udah mulai sekolah yg biaya pendidikan selangit, sembako naik, ibu mertua tiap saya datang batuk2…yooohhh gimana lagi pak .Badan juga ngak sesehat dulu lagi, kerja dipaksa tapi asupan gizi kurang….beginilah pak nasib..

    Mohon maaf pak ada uang 50 rebu untuk tambahan beli beras????

    kaaa…kaaa..wakakaka

  7. *sebagai peran warga Indonexia yang tertindas*
    Kami menginginkan bukti… bapak..bapak.. bukan janji!!!
    Kembalikan hak kami yang anda curi!!!

    *sebagai ketua PKK arisan mantan preman*
    Mas, saya mo protes, mbok sekali2 aq dapet giliran juragan napa siy, masa alma terus2an. Si mas pilih kasih!!!

  8. Demo aah:

    “Sebagai PNS, gw ga pernah ngerasain yang namanya surga dunia as known as pergi telat pulang cepet, bisa pungli sana pungli sini, mempersulit pelayanan, de es be de es be. Yang gw korup cuma bandwith kantor doang kaya sekarang nulis komen ini..hehehehe”

    Serius Mode: ON

    Kalo boleh tau Mas, PNS di mana yang sampeyan liat? Kalo mau (ini kalo mau yaaa, maklum, kita berjauhan)..boleh dibandingin ama tempat saya kerja deh. Sama2 PNS, kaga pernah ribut soal gaji (kecuali ribut soal ketidakadilan remunerasi Depkeu..hehehe), dateng pagi pulang larut (hampir ga pernah ngeliat sunset Mas😀

    Wah..enaknya kalo bisa jadi PNS yang merasakan surga dunia seperti di atas😀

  9. 2:almas 1,2,3
    -Iya negara tetangga mas Almas.kekeke btw Indoxenia.
    -Ya lain kali aku ngasih tag yang laen dech.
    -bagus juga tuh idenya. BTW justru kita-kita nunggu sukurannya

    2:fetro
    -jelas pada stress berat. Makanya usul Mas Almas bagus banget tuh.

    2:regsa 5,6
    -Tul asal nggak ketawa terus-terusan di pinggir jalan

    2:may
    -Protes diterima, mulai sekarang May jadi juragan jengkol kekekeke

    2:Abe
    -Dari sebagian besar PNS yang aku kenal, dan pernah melayaniku seperti itu Mas. So sayangnya saya belum kenal anda, jadi ya seperti itu postingannya.

  10. sampurasun………………….
    sikabayan juga…merasakan makin susah…hidup di indoavanza…xenia…ini …hik.hik…..

  11. Mantap sekali tulisan ini nampaknya. Tapi PNS jangan dikambing hitamkan loh. Mungkin saja ada spekulan yang bermain.

  12. seharusnya emang gaji pns harus diperhatikan,kalo gak mereka akan cari jalan lain memenuhu kebutuhan mereka dengan berdagang mungkin, karena dagang cepat hasilkan duit,dan telah banyak itu terjadi

  13. aku adalah seorang guru, masih honor,,ongkos ku aja tak cukup,,tapi aku bangga dengan profesiku,tapi setelah pikir panjang,aku stop jadi guru honor,dan beralih jadi pedagang,,,,beda banget dengan gaji kuraih,bukan nyombong,,,,bayangkan kalo semua orang punya pikiran kayak aku,,,mungkin semua orang jadi matree kaleeeeeeeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: