Enam bulan sudah.

Nak, aku masih ingat betul ketika engkau masih kecil, dan baru belajar berjalan. Waktu itu engkau sakit panas,sebagai orang tua yang tidak mau engkau sakit,kubawalah dirimu ke seorang dokter. Demam yang kau rasakanpun mulai turun, tetapi anehnya demam itu turun dan datang lagi ketika hari menjelang sore.Akhirnya di hari yang ke tiga, dini hari demam yang kau rasakan semakin panas. Jam tiga pagi kau kubawa ke Rumah Sakit terdekat di daerah Parakan Temanggung. Dokter jaga dan perawat waktu itu langsung memeriksamu dan panasmu menunjukkan angka 41 derajad celcius. Untung saja waktu itu engkau tidak kejang-kejang. Setelah tiga hari kau di rawat inap, dan pihak Rumah Sakit membolehkan engkau untuk pulang. Aku juga nggak tahu sebenarnya engkau sudah sembuh betul atau belum, yang jelas engkau sudah tidak panas lagi. Karena pihak Rumah sakit mengatakan bahwa penyebanya adalah karena udara dingin di daerah itu, maka ketika Dokter mengijinkanmu pulang, langsung dirimu aku bawa pulang ke Jogja tempat kelahiranmu. Sukurlah tempat ayah bekerja mengijinkan ayah untuk pindah,w alau harus transit terlebih dulu di Wonosobo selama tujuh bulan, baru akhirnya Ayah bisa menemanimu di Jogja.Engkau semakin tambah berkembang, aktifitasmupun menurutku sangat super(walau bukan hyper active). Rumput bergoyangpun bisa engkau jadikan bahan pembicaraan yang amat lama, hingga kalau kita sedang mengendarai mobil, jarak 100 Km pun terasa dekat karena ocehanmu di sepanjang jalan. Pertanyaanmupun kadang aneh-aneh, “Ayah, kenapa kalau daun jatuh koq ke bawah, kenapa ikan koq hidup di air, kenapa burung itu bisa terbang, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang kadang aku bingung menjelaskannya hingga terucap kata-kata jahat dari mulutku “Diam….! Udahlah nggak usah nanya-nanya”.Angan-anganmupun menurutku terkadang terlalu tinggi Nak. Engkau ingin naik ke bulan, engkau ingin terbang dengan pesawat jet tempur,dan lain-lain.Engkaupun termasuk anak yang sangat berani,sangat percaya diri dengan keadaanmu. Engkau tidak takut ketika Ayah menyuruhmu sendirian memberi sebungkus makanan untuk orang yang tidak berdaya di pinggir jalan, engkau tidak takut ketika Ayah menyuruhmu memberikan sedikit uang kepada orang dengan satu kaki di jalan,dan ketika ada orang yang bertamu untuk mencari Ayahpun, selalu engkau ajak ngobrol sebelum engkau memanggil Ayah untuk menemuinya. Dan  engkaupun selalu merengek ikut di acara-acara pertemuan resmi para orang-orang tua di kampung, juga engkau selalu merengek ikut ke Masjid untuk sholat Jum’at dan minta duduk di baris paling depan.Sejalan dengan perkembanganmu juga, aku rasakan bahwa tubuhmu tergolong lebih kurus dibanding dengan teman-teman seusiamu, dan engkau gampang sekali terkena demam ketika engkau kecapean. Hingga kadang aku terlalu membatasi kebebasanmu untuk beraktifitas. Kembali engkau aku bawa ke rumah sakit di jogja ntuk chek up, dan sesuai dengan perkiraan Ayah bahwa engkau harus menjalani pengobatan rutin selama enam bulan, bahkan lebih bila diperlukan.Setiap pagi sebelum makan, hari-harimu selalu engkau lalui dengan minum obat nak. Dan engkaupun meniru gaya Ayahmu ketika disuruh untuk minum obat. Betapa sulitnya engkau minum obat tiap pagi. Tetapi mungkin karena sudah menjadi kewajibanmu, akhirnya terkadang engkau mudah untuk minum obat tersebut.Semenjak pengobatanmu, memang ada peningkatan terhadap berat badanmu hingga wajar seperti teman-teman seusiamu. Hingga hari ini enam bulan sudah engkau selalu menelan sesuatu yang pahit di pagi hari Nak. Dan ketika tadi Dokter bilang, bahwa perkembanganmu sudah bagus, Ayah merasa lega, lega sekali nak. Walaupun engkau masih harus minum obat tiap pagi selama sebulan ke depan tetapi dengan porsi yang lebih sedikit dari biasanya. Dan dokter bilang setelah sebulan ke depan engkau sudah terbebas dari ancaman demam tinggi yang mudah sekali menyerangmu. Sebulan ke depan engkau selalu dipantau oleh Dokter pribadimu nak.Ayah sangat bangga kepadamu Nak, engkau mudah sekali memahami sesuatu yang belum engkau mengerti. Walau kadang Ayah merasa iri dengan Ibu guru TK mu yang mengajarkanmu apa-apa demi  menjadikanmu anak yang cerdas. Ketika Ayah mengajarimu sesuatu, terkadang engkau membangkang,tidak mau menuruti. Dan maafkan ayah ketika Ayah kadang membentakmu Nak. Sekali lagi maafkan Ayah nak.Kenapa Ayah sampai iri dengan gurumu Nak, karena ketika engkau belum bisa berdoa akan makan, sehari kamu diajari di sekolahan, ternyata bibirmu sudah lincah mengucapkan doa tersebut. Ketika ayah minta engkau menghafal doa untuk orang tua, dengan gayamu engkau bilang, belum diajari Bu Guru. Dan ketika sore hari ayah pulang kerja bertanya kepadamu, tadi pagi diajarin apa? Engkau menjawab diajari berdoa untuk orang tua, dan ternyata engkaupun sudah hafal diluar kepala. Sekali lagi ayah bangga kepadamu, dan akan berusaha  untuk selalu menjagamu dan tidak membentakmu lagi. Ayah akan menggigit lidah ayah ketika Ayah akan membentakmu Nak. Janganlah engkau meniru Ayahmu yang hanya orang bodoh ini. Seorang ayah yang bodoh tetapi berharap dan selalu berdoa agar engkau menjadi anak yang cerdas, berharap agar hidupmu kelak bisa memberi manfaat kepada sesama.Ayah mengucapkan SELAMAT atas ketabahanmu selama ini nak. Ibumu akan sangat bahagia apabila mengetahui dirimu yang sebenarnya saat ini, dan yang akan datang. 

Dedicated to:

Ichsan Muhammad Fachreza(Reza), 4.5 Th

And…….His Mom.

   

7 Tanggapan

  1. sensitip ki, ngak iso coment celelekan…
    duh..jadi kangen bapakku..

    Titip salam ngo Ichsan

  2. nice posting bro…
    post ini ga bisa becanda lagi aku…😦 ichsan beruntung punya bapak yang caratakerbaik sepertimu…🙂

  3. eh lupa… potonya ichsan disebelah ini ya?? yg ge mandi??
    yg pake jilbab dibawah dia juga???
    wakkakakka lucu benerrrr hihihiihhhiih:mrgreen:
    *salam buat dia ya*
    bilang dari juragan om almas yg ganteng banget dari ambon :mrgreen:

  4. 2:regsa
    Salam disampaikan, dan Reza langsung minta dilihatin fotonya.
    Mode serius on:
    Koment dia ” Yah, koq orangnya tidur? besok kalau sudah bangun lihat lagi ya”.
    aku harus ngejawap apa Mas…?

    2;almas 2+3
    Hehehehe ada yang mengatakan aku orang baik. matur nuwun….kekekeke
    Bukan itu fotonya Pak Menteri….itu adiknya Reza. Fotonya yang di SLIDE pake kaos merah.
    Kalau slide-nya nggak muncul, berarti kompinya mas Almas kudu diganti tuh. Pake flashplayer ya.
    Salam nanti disampaikan

  5. Nunggu hasil photo di kawinannya almas kemarin…dandane mlitit je….

    2 Almas : gmana photone dah jadi? udah banyak fans yg minta je…wakakaka

    2 Ichsan ; hey boss kecil, tunggu om di Jogjamu, nanti kita nongkrong bareng di Malioboro ato depan kantor pos…kita nongkrong sebagai laki-laki .

    wakakaakaka….rusak2 anakku batine mas lieks

    #—
    Pesan ini tidak aku sampaikan, karena kalau aku sampaikan mesti ngajak ke Malioboro dan Depan kantor pos besar. kekekeke

  6. waduh… ga onlen 2 hari ternyata ketinggalan berita
    Sakit opo tho mas sireza??
    Dikasih minum propolis, mudah2an sistem imunnya membaik

  7. 2:may
    Dulu kecilnya di temanggung, adhem. Nge-plex.
    tapi udah sembuh koq. thanks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: