Satu porsi sate kambing harganya Rp.5.010.000,-

Dunia bisnis memang terkadang kejam, aneh, dan penuh trik yang licik untuk menggaet para mangsanya. Baiklah kita fokus ke bisnis yang saat ini baru ngetren dan booming.Setelah berbagai macam usaha bisnis yang dijalankan susah untuk mencapai kesuksesan karena krisis moneter yang berkepanjangan, dan berdampak di masyarakat semakin banyaknya orang-orang kaya yang stress, ternyata hal ini justru bisa ditangkap untuk dijadikan lahan bisnis yang amat sangat potensial.Dengan banyaknya orang-orang kaya yang stress tersebut, ternyata membawa berkah bagi orang yang bisa menciptakan situasi yang bisa menurunkan tingkat kesetressannya (atau justru menambah stress). Orang stress membutuhkan hiburan yang tentunya dengan biaya mahal. Berapapun akan dikeluarkan dari koceknya daripada stress tersebut menimbulkan efek menjadi gila.Anda pasti tahu tentang tanaman hias. Banyak sekali jenisnya, disini yang akan saya utarakan adalah bisnis tanaman hias jenis Anthurium Jenmanii.Saya sempatkan hari ini melihat-lihat pameran tanaman hias di Jogja. Saat itu saya terfokus di salah satu stand yang khusus mengurusi Anthurium Jenmanii. Setelah melihat-lihat, mata saya tertuju di sebuah lukisan tanaman Anthurium Jenmanii yang di bawahnya terdapat banderol harganya. Memang lumayan sudah besar tanaman itu kalau sesuai dengan lukisannya. Saya iseng melirik banderol harga yang tertulis di situ. Cukup lama saya memahami angka nol yang tertulis di situ. Setelah saya yakin bahwa angka nol tersebut berjumlah sepuluh biji dengan diawali dengan angka lima dan angka nol tersebut dipisahkan dengan titik tiap ribuannya dan tanda koma di depan dua angka nol yang terakhir, saya yakin kalau itu adalah angka Lima ratus juta rupiah alias setengah milyard.Gila…satu pohon Anthurium Jenmanii seharga setengah Milyard pikirku. Itu sudah cukup untuk membuat rumah beserta perabotan dan mobil di garasi.Daripada pulang dengan kebingungan iseng saya Tanya ke penjaga stand tersebut, “Mas…itu angkanya berapa sih? (masih belum percaya dengan kemampuanku membaca angka)”Si penjaga stand menjawab, ‘Itu harganya Lima ratus juta rupiah Mas…! Dan sementara kami belum bisa membawa barangnya kesini, demi keamanan dan daripada menanggung resiko yang besar sementara baru kami bawa lukisannya saja. Tapi besok Sabtu saya keluarkan untuk kontes”. Okey terima kasih, jawabku. Pernahkan terbersit di pikiran kita kalau harganya begitu mahal, dan benarkah akan ada yang membeli? Lain lagi di Semarang sesuai cerita teman saya kemarin, satu Anthurium ditukar dengan mobil merk Honda Jazz second, yang kalau dirupiahkan ya sekitar 120 Juta rupiah.Aneh, bener-bener aneh, tanaman yang nota benenya cuman mengandalkan daun ini bisa begitu mahal harganya. [Mode sirik On]: Apakah orang-orang itu pada stress bela-belain membeli tanaman yang harganya sampai berjuta-juta ini? Untuk yang masih kecil saja harganya sudah ratusan ribu rupiah. [Off] Terlepas dari semua itu, menurut saya ini adalah hanya sebuah propaganda dari para broker-broker yang “pandai” memanfaatkan situasi. Suatu bisnis akal-akalan, kita ingat dulu ketika anggrek melambung,ketika adenium melambung,ketika euphorbia melambung, dan juga aglonema yang juga tak mau ketinggalan harganya. Selain itu masih ingatkah ikan berjidat nonong alias Louhan pada waktu itu? Semuanya dibanderol dengan harga yang fantastis dan tidak masuk akal. Tetapi sampai berapa lamakah booming itu bertahan….? Maksimal tiga tahun….! Dan harga akan kembali anjlog sampai ke titik paling bawah.Itulah mengapa tadi saya sebut sebagai suatu propaganda dari broker-broker yang bisa membaca situasi.Lha jadi melenceng dari judul neh. Okey kita kembalikan sesuai judulnya. Sampai di rumah saya panggil seorang ibu rumah tangga yang nota bene orang kampung-pung. Saya perlihatkan foto lukisan Anthurium Jenmanii yang seharga setengah milyard tadi.  Liexs : “Bu…..tulung mriki sekedap, ngertos mboten niki tanduran nopo?” (Bu….tolong ke sini sebentar, tahu nggak ini tanaman apa?) tanyaku. Ibu: “Lha kuwi rak tanduran lompong(talas) to mas…!, koyo ngono koq di poto (Lha itu khan tanaman talas to Mas….! seperti itu koq difoto”, jawabnya. Liexs : “Nek wedhus doyan mboten mangan tanduran niki Bu…?” (Kalau kambing doyan enggak makan tanaman ini Bu….?) tanyaku lagiIbu: “Wah nggih mboten doyan to Mas, Lha wong niku godhongipun gatel” (Wah ya jelas nggak doyan, lha itu daunnya khan bikin gatel) Naah… tanaman seharga setengah milyar dikira hanya tanaman talas yang banyak dijumpainya di pinggir-piggir kali yang sama sekali tidak ada harganya. Jangankan dijual, menurut Ibu tersebut, kambingpun nggak bakal doyan tuh daunnya.  Tetapi andai saja Ada kambing yang harganya satu juta rupiah yang iseng makan tuh tanaman sampai ludhes dhes….trus saking jengkelnya yang punya tanaman nyembelih tuh kambing dan di sate, kemudian dijual maka bisa kita hitung secara kasar bahwa kambing itu sekarang harganya setengah milyar satu juta rupiah alias Rp. 501.000.000,00.Dan kalau sate kambing tersebut bisa disajikan sebanyak 100 porsi, maka untuk mencapai titik impas atau BEP, maka per porsi sate kambing harus dibanderol Rp. 5.010.000,00 (Baca: Lima juta sepuluh ribu rupiah) Siapa yang mau beli tuh sate kambing rasa Anthurium Jenmanii……….?    

21 Tanggapan

  1. Mentahe wae..ada ngak ?

  2. buset panjang baget

  3. bisa mengenyangkan ngak ya ? Dan bisa awet ngak kenyangnya? bila saya membeli dari hasil gaji saya..12 tahun tanpa makan dan minum…

  4. semakin baik kemasannya semakin mahal
    semakin mewah mereknya semakin mahal
    semakin miskin rakyat
    semakin misuh-misuh kita buat orang2 pintar itu

  5. test nulis koment

  6. Siaaaallllllll di blog-ku sendiri aku nggak bisa ngejawab koment dari kalian.

  7. Lhah iso saiki.
    2:regsa
    ada mentahe daging wedhus mas
    bisa kenyang asal dimakan sak balunge. kekeke

    2:almas
    huss….kalo liat jangan di bilangin, jadi malu(bangga..) kekekeke
    semakin apa lagi Mas

  8. semakin ngakak liat orang yg barusan ga bisa comment
    *nasib kita ternyata samah*
    wakakakkaakkaaka

  9. Mas, blog-ku ancur po ya..?
    Masa’ avatarku nggak keliatan, padahal punyamu keliatan.padahal login lho.

  10. waduh analisanya …😆

  11. # Alms n Lieks mas
    Wahh…sudah pada saling liat2an punyanya…
    *jadi merinding…ih*

  12. walah.. emang kambingnya jadi makan tuh jemani, ktanya gak doyan?!🙄

  13. Rp. 501.000.000,00.Dan kalau sate kambing tersebut bisa disajikan sebanyak 100 porsi, maka untuk mencapai titik impas atau BEP, maka per porsi sate kambing harus dibanderol Rp. 5.010.000,00 (Baca: Lima juta sepuluh ribu rupiah) Siapa yang mau beli tuh sate kambing rasa Anthurium Jenmanii……….?

    Lima Milyar, dong.:mrgreen:

  14. 2:joerig
    Analisa yang ngawur Mas

    2:regsa
    Huzzzzzzz………

    2:andalas
    Andai saja koq mas

    2:Michael
    Ups….dua nol terakhir pake koma lho mas. kekeke

  15. manng.. belikan satu porsi sate kambing
    *kaburrrrrrrr*😆

  16. anthurium memang harganya gila mas, dan yang lebih gila adalah orang-orang yang mau beli dengan harga gila!

  17. cuman mo koment… sempet2 nya ngitungin harga satu porsinya, padahal katanya monit lagi jebot, pake neon portable… ck..ck.. usahanya demi postingan, top markotop, kekekeekek

  18. 2:almas
    Kaburrrrrr..tetep harus bayar.

    2:fetro
    Yups…setuju Mas.
    Kemarin saya ketemu temen yang udah lama sekali transm di Riau. Ehhh….ternyata di sono yang namanya euphorbia yang dulu sempaet booming juga di Jogja, ternyata hanya tanaman sampah yang justru susah untuk ngebasminya. Weleehhh..jangan-jangan si Anthurium ini juga begitu ya.

    2: sie makan-makan
    Bukan monit yang jebol, cuman koneksi selama 2 hari kemarin yang jebol.
    Masih mending gak pake teplok khan….kekekekke

  19. kirain beneran ada
    ketipu judul
    hihihi

  20. Yang paling nendang adalah “Kambing saja nggak doyan”:mrgreen:

  21. 2:’K,
    Ada yang herganya segitu Mas, tapi bukan sate kambingnya.hehe
    2:deking Mas
    nggak tega sama yang punya tanaman Mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: