Puasa merupakan Perisai

Dalam Islam, Allah SWT di dalam mendidik mental hamba-hambaNya telah memberikan petunjuk yang sangat jelas yaitu melalui sebuah ritual atau pelaksanaan ibadah puasa.Dengan menjalankan ibadah puasa ini seseorang dilatih untuk dapat mengendalikan diri, mengendalikan hawa nafsunya, sehingga tindak-tanduknya diharapkan bisa menuju kepada akhlakul karimah.Dengan menjalankan ibadah puasa ini  merupakan pendidikan yang sangat efektif bagi orang-orang beriman. Dan hanya orang-orang yang beriman yang bersedia melaksanakan ibadah yang cukup berat ini. Bagaimana puasa Ramadhan ini merupakan cara yang efektif untk bisa menjadi orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu kita?Kita semua tahu bahwa di dalam menjalankan ibadah yang satu ini sangat dibutuhkan kesabaran, dan niat yang sungguh-sungguh hanya karena Allah SWT.Di dalam menjalankan puasa Ramadhan inipun mendidik kita untuk dapat berlaku jujur, terhadap diri sendiri. Kita tidak hanya dituntut untuk bisa menahan rasa lapar dan haus saja, lebih dari itu yang lebih berat adalah bisa mengendalikan hawa nafsu yang senantiasa bercokol pada diri kita masing-masing.Gampang saja kalau kita ingin dilihat orang-orang bahwa kita berpuasa, kita tidak makan-dan minum sepengetahuan mereka, dengan sembunyi-sembunyi kita makan, orang lain tidak akan tahu, kalau kita tidak berpuasa. Disinilah letak ujian kita untuk senantiasa jujur terhadap diri kita dan orang lain. Akan tetapi nafsu yang bercokol dalam diri kita masing-masing, itulah yang harus kita kendalikan. Mungkin untuk menahan lapar dan haus kita mampu untuk melaksanakannya. Tetapi perang untuk melawan hawa nafsu itulah yang lebih berat, kita berperang dengan nafsu amarah kita. Jika kita sedang berselisihpun, kita dianjurkan bahwa kita harus bisa menahan amarah kita dengan “Maaf…saya sedang berpuasa”. Sungguh hebat makna puasa ini bisa mengendalikan nafsu-nafsu yang jahat. Ketika perut kita menahan lapar, makan organ lainnyapun juga ikut untuk menahan “lapar” yang lain. Matapun di dalam bulan Ramadhan ini diwajibkan untuk ikut berpuasa juga. Bagaimana tidak….? Di luar sana walaupun di dalam bulan puasa masih saja banyak pemandangan-pemandangan yang sungguh bisa membatalkan pahala ibadah puasa. Dengan dalih menjajakan kolak atau cocktail untuk berbuka puasa, mereka berdandan dengan pakaian yang sungguh bisa menjadikan “buka puasa” bagi indera penglihatan kita.Jadi berbukalah (jangan) dengan (melihat) yang “manis-manis,”.

3 Tanggapan

  1. ”Di luar sana walaupun di dalam bulan puasa masih saja banyak pemandangan-pemandangan yang sungguh bisa membatalkan pahala ibadah puasa”

    Inilah godaan paling berat bagi saya.Yg baru belajar menjadi muslim yg baik

  2. Lawanlah kemalasan sekeras mungkin.

    *mengutip dari posting sesudah ini*
    Semoga masih bisa nyambung dengan nuansa posting yang ini…

    Kadang agak mengherankan betapa sering puasa dijadikan kambing hitam dalam beraktivitas…
    Bukankah penurunan kinerja bukanlah tujuan dari puasa. Puasa kan membatasi segala macam nafsu, bukan membatasi kinerja kita

  3. 2:regsa
    Idem…hehehehe

    2:deking
    memang mengherankan mas, puasa koq dijadikan kambing hitam.walaupun banyak yang terjadi demikian dengan alasan badan lemes dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: