Ramadhan ini, “dia” datang lagi.

Entah kelainan apa yang terjadi pada diriku ini aku tidak tahu. Hal-hal yang bernuansa misteri sering aku jumpai dalam kehidupanku.Memasuki tarawih yang ke 14 ini, seperti biasa aku selalu berusaha untuk berderet di barisan paling depan tepat di belakang sebelah kiri Imam.Dari mulai masuk Masjid, dan Sholat Isya’ selesai dan diteruskan dengan Sholat Tarawih tetap aku usahakan untuk berusaha fokus, tidak memikirkan hal-hal aneh-aneh apalagi yang tabu dan saru, walau masih sebatas sampai Allahu Akbar.Tidak terjadi sesuatu apapun sampai rakaat ke enam, hingga terkadang aku merasa rasa kantuk menyerang karena mungkin efek dari kekenyangan.Hingga masuk ke raka’at yang ke tujuh, ketika sekejab mataku terkedip, di sajadah yang aku pakai mendadak ada sesuatu yang sangat aneh teronggok di situ.Seketika jantungku berdetak kencang, rusak sholatku. Walaupun seperti biasa masih rusak,tetapi kali ini kerusakan sholatku sangat parah. Aku tidak lagi fokus dengan bacaan Imam, tetapi fokus terhadap benda yang tergeletak di Sajadah yang aku pakai.Aku ingat betul, benda yang tergolek di bawahku adalah benda yang sama yang aku temukan di Ramadhan  tiga tahun silam, di masjid yang berbeda dan ketika itu aku baru memasuki rakaat yang ke lima.Tidak salah lagi, benda itu adalah benda yang sama yang pernah aku jumpai. Pikirankupun melayang jauh ke belakang, bahwa aku juga masih inga tbetul, waktu itu benda tersebut setelah aku temukan aku buang di Sumur masjd yang dulu aku pernah Sholat di sana, (sekitar setengah hari perjalanan dengan masjid yang sekarang), karena aku sekuat mungkin berusaha agar tidak terperosok terhadap benda-benda mistis.Setelah selesai Sholat Tarawih, seperti biasa di tempatku dilanjutkan dengan membaca doa-doa yang aku tidak faham artinya, di saat seperti inilah aku gunaka untuk mengamati barang yang teronggok di sajadahku.Masya Allah….aku yakin benda itu persis dengan yang dulu, sebuah benda yang menyerupai kayu berwarna coklat mengkilap dan sudah mengeras menjadi batu yang sangat keras. Batu sebesar dan sepanjang jari telunjuk orang dewasa, indah mengkilap dengan tekstur urat-urat batu yang kelihatan nyata, dan licin.Sejenak aku pegang dan aku amati, dan terjadi perang batin dalam diriku. Haruskah benda ini aku bawa pulang dan aku simpan? Rasa pertentangan yang berkecamuk, dalam diriku yang akhirnya aku berkesimpulan bahwa sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan mendadak ada adalah sesuatu yang berbau mistis.Apakah ini godaan dan rayuan syetan? Padahal ini bulan Ramadhan? Yang nota benenya Syetan pada diikat?Aku tidak tahu, yang aku pahami hanyalah bahwa benda itu bukan milikku. Kembali seperti tiga tahun yang lalu, benda itu aku buang ke dalam sumur masjid yang sekarang ini, dengan harapan agar tidak ditemukan oleh orang., karena bagaimanapun juga menurutku benda itu adalah benda aneh yang mungkin saja bisa membuat kita menjadi manusia yang terjerumus dan menyeret kita menjadi manusia yang Musyrik.Sayangnya aku tidak terbiasa membawa Hp waktu Tarawih sehingga tidak ada kesempatan untuk mengabadikan gambar barang aneh tersebut.Jangan lagi kau ikuti aku , karena sudah terbukti dua kali engkau telah merusak Sholatku.Wallahu alam.

17 Tanggapan

  1. Pertamaxx dulu. Komnet nyusul

  2. barusan bangun mo cari sarapan dulu😆

  3. Pengalaman mistikus yang menakjubkan, bila terjadi pada diri saya tentunya akan lari tunggang langgang.

    Semacam akik tho itu ? Kalo dielus2 keluar Jin rak ?

    Mas nek benda itu masih ngikuti sampeyan, kirim ke aku saja buat bandul kalung …🙂

  4. …sebesar dan sepanjang jari telunjuk orang dewasa, indah mengkilap dengan tekstur urat-urat batu yang kelihatan nyata, dan licin

    enakan dijadiken kalung, itu mbak!

  5. 2:Maseko
    Nyusul juga boleh, asal masih kebagian karcis mas

    2:Almas
    Bangun jam 5 pagi mau sarapan?

    2:Regsa
    Kan sudah punya bandul mas

    2:Diko
    Wah nggak enak tuh Mas

  6. bener juga, mbak..
    bagus juga buat dijadiin liontin..
    he..

  7. wahh.. pengalaman yang menarik..

    trus batu nya diapain tuh???
    penasaran..

    Padahal ini bulan Ramadhan? Yang nota benenya Syetan pada diikat?

    setan ciptaan Tuhan emang dah diikat.. tapi setan yang ada di pikiran manusia/makhluk ciptaan Tuhan yang masih lepas and sulit diikat..😆

    regards,

    #—
    Lha khan dibuang lagi ke sumur mas, biar nggak ditemu sama orang.
    Nah itulah mas, syetan yang berujud manusia yang lebih berbahaya, karena ada perasaan pakewuh.

  8. ketoke dhemite jodho ki, sisan madeg dukun ae pakdhe, lumayan lho tambahan inkam😛 eh yang sering berdiri menemani dibelakang pakdhe kaya saat ini kok ga diceritain ? belum saatnya ya..😛

  9. yang tergeletak itu bukan cewek to mas??
    kasian kalo dibuang ke sumur😆

  10. eh tapi kalo ditolak maka datang terus lho *biasanya*
    ga usah diladenin biar bisa ketemuan terus kan asyikk:mrgreen:

  11. 2:Ruyas kang megono sangit

    Wah nek madeg dukun, takutnya jadi dukun cabul mas.

    ” eh yang sering berdiri menemani dibelakang pakdhe kaya saat ini kok ga diceritain ? belum saatnya ya.. ”

    BTW ini koment serius gak kang? soale memang ada juga yang pernah bilang begitu,malah nggak cuman satu orang lagi.Bikin aku gak mudheng khan?
    Nek sampeyan koment serius, mbok lewat JAPRI ae mas,alamat Emailku di icon atas itu. thanks.

    2:Almas
    Kalau cewek tak send ke Ambon

  12. bandulku ndak kempling je….

    *tersenyum najis*

    #—
    Huzzzzz eling puoso mas……

  13. @mas liexs
    jangan di send mas
    di wesel aja..
    biar nyampe di ambon lansung bangkotan 😆

    #—
    bangkotan tapi mulus mas.

  14. BTW ini koment serius… Tenan!! aku ga serius, kalo aku tahu beneran ntar malah aku yang tertuduh jadi dukun😛 eh tapi ‘dia’ kok sekarang seringnya malah di pojokan ya..😀

  15. BTW ini koment serius… >> Tenan!! aku ga serius pakDhe, ampuunn, kalo aku tahu beneran ntar malah aku yang tertuduh jadi dukun😛 eh tapi ‘dia’ kok sekarang seringnya malah di pojokan ya..😀

  16. halah mlebu pindho malah.. saking gemetere..

  17. 2:kang megono
    Yaudah gpp-lah. Yang jelas tambah satu lagi orang yang bilang begitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: