Melihat ke depan jauh lebih penting daripada menoleh ke belakang

Ditemani segelas susu jahe hangat, tiba-tiba saja jari jemari ini seolah ada yang menuntun untuk kembali menekan tombol power di Laptop membuka pintu rumah lama.

Yaaach….blog  ini kadang tidak terurus, hanya sekali waktu saja aku menyambangi ketika aku sedang sendiri.

Blog yang merupakan rumah keduaku inilah yang selalu setia menemani ketika aku terhenyak dari hybernasi panjang dan susah untuk memulainya kembali.

Melihat ke depan jauh lebih baik daripada menoleh ke belakang.

Rangkain kata-kata sederhana namun mengandung arti yang sangat dalam dan bermanfaat kalau kita bisa menterjemahkan dengan kata-kata yang bijak.

Kehidupan…..tidak bisa terlepas dari tiga hal pokok yang selalu menyertainya.

KEMARIN, HARI INI, dan ESOK.

Ketiga hal tersebut selalu melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila kita mengartikan huruf “O” adalah sebagai “opportunity” atau kesempatan, maka tidak ada opportunity di hari kemarin (yesterday), tetapi hanya ada satu kesempatan pada hari ini (today), dan ada 3 lagi kesempatan di hari esok (tomorrow).

Dengan kata lain, melihat ke belakang atau ke masa lalu adalah hal yang sia-sia, sebab tidak ada manfaatnya.

Masa lalu tidak akan pernah bisa kita rubah. Tetapi memperbaiki diri dan menggunakan kesempatan yang ada pada hari ini adalah hal yang lebih baik. Yang jauh lebih baik dan jauh lebih bijaksana adalah menciptakan kesempatan untuk hari esok, karena di situ terbentang sangat banyak kesempatan untuk melakukan suatu KEBENARAN, dan  KEBAIKAN yang akan menciptakan MANFAAT.

Tiga untaian kata yang kembali mempunyai arti yang sangat luas. Tiga kata itulah resep yang akan membuat orang bisa hidup dengan bijaksana. Tiga kata yang merupakan filter kehidupan.

Filter pertama adalah KEBENARAN. Dalam kehidupan kita, haruslah yakin bahwa apa yang kita fikirkan, kita katakan, dan kita lakukan adalah sesuatu yang benar. Jika ada sedikit saja yang diragukan kebenarannya, lebih baik kita tidak terlibat di dalamnya.

Filter kedua adalah KEBAIKAN. Segala sesuatu yang kita lakukan haruslah baik dan membawa kebaikan. Karena kebenaran saja tidak cukup, tetapi kebenaran itu harus dikembangkan agar bisa membawa kebaikan bagi orang-orang yang mengamalkannya.

Filter ketiga adalah MANFAAT. Apapun yang kita katakan atau kita perbuat haruslah bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Segala hal yang tidak berguna harus dibuang jauh-jauh dari hidup kita agar tidak mengambat pertumbuhan kualitas kehidupan kita dan orang-orang di sekitar kita.

Jika kita bisa melaksanakan ketika filter kehidupan tersebut, maka seburuk apapun peristiwa yang kita alami di masa lalu, atau bagaimanapun sulitnya situasi yang kita hadapi saat ini, tidak akan membuat kita jatuh tergeletak.

Mungkin kita akan berkata “Saya punya banyak kelemahan dan banyak keterbatasan”. Itulah suatu kebenaran, namun jadikanlah keterbatasan itu menjadi kreativitas, dan kelemahan itu akan menjadikan ketergantungan sepenuhnya kepada yang Maha Kuasa.

Sebab kebenaran akan tetap bersinar meskipun teraniaya dan tidak populer. Kebenaran tidak perlu dibela karena dia mampu membela dirinya sendiri. Kebaikan akan tetap bernilai positif meskipun ada orang yang mencoba menodainya dengan motivasi yang jahat. Kalau yang kita lakukan itu bermanfaat, maka pasti ada lebih banyak orang yang diberkati daripada segelintir orang yang tidak menghargainya.

Semua duka di masa lalu bisa menjadi pelajaran hidup yang sangat berharga supaya kita menjadi sosok yang lebih dewasa dan bijaksana, agar kita selalu melakukan kebenaran, membawa kebaikan, dan membawa manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain.

Sebaliknya, semua pengalaman menyenangkan yang kita nikmati di masa lalu, harus bisa membuat kita semakin bersyukur, dan semakin rendah hati di saat ini, dan masa yang akan datang, karena sesungguhnya semua itu semata-mata adalah anugerah dari Sang Pencipta untuk makhluk ciptaan-Nya.

happy b’day my Corporate…….

 

 

 

 

Iklan

KISAH PENEBANG POHON

Dalam suatu kisah diceritakan ada seorang saudagar kayu yang membuka lamaran pekerjaan seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena saudagar itu menjanjikan upah yang cukup besar dan berada dalam kondisi kerja yang sangat kondusif, adalah seorang yang melamar untuk menjadi pekerja penebang pohon itu, dan bertekat untuk bekerja sekeras mungkin.

Pada saat mulai bekerja, saudagar itu memberikan sebuah kapak kepada pekerja dan menunjukkan daerah kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si pekerja penebang pohon tersebut.

Pada hari pertama bekerja, dia berhasil menebang pohon sebanyak 10 batang pohon, melebihi target dari saudagar yang menargetkan 8 pohon perhari. Pada sore harinya saudagar mendapat laporan pekerjaan itu, sang saudagar terkesan dan memberikan pujian dengan tulus.

“Hasil kerja kamu sungguh luar biasa! Saya sangat terkesan dan kagum dengan kemampuanmu dalam menebang pohon itu. Belum pernah ada pekerja saya yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.”Sangat termotivasi oleh pujian saudagar itu, keesokan harinya si pekerja mulai kembali menabang pohon dan bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya mampu menebang 8 batang pohon. Di hari ke tiga dia bekerja lebih keras lahi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan.

Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil ditebang oleh pekerja itu. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir pekerja itu merasa malu dan putus asa.

Dengan kepala tertunduk, dia menghadap sang saudagar, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai, bahkan semakin hari semakin mengecewakan, dan mengeluh apa yang telah terjadi. Sang saudagar menyimak dan bertanya kepadanya. “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?” “Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari harus menebang pohon dari pagi sampai sore hari dengan sekuat tenaga,” kata si penebang pohon. “Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa.

Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang saudagar. Sambil mengangguk-anggukkan kepala dan mengucap terima kasih, si penebang pohon berlalu dari Hadapan saudagar itu dan mulai mengasah kapak. Istirahat bukan berarti berhenti. Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi. Sama seperti si penebang pohon, kitapun setiap hari, dari pagi sampai malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola.

Sibuk, sibuk, sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untul menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual.

Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi lebih dinamis, berwawasan dan selalu baru.

SOULMATE

Senja itu ketika aku baru saja menyelesaikan urusan dengan relasi baruku, kubuka laptop bututku untuk sekedar melihat apakah ada imel yang masuk.

Belum juga sign in, mataku terhenti di sebuah rak TV di depanku. Aku perhatikan, aku lihat dan sebuah cincin putih tergeletak di sana. Cincin yang belum lama ada di tempatku karena suatu proses panjang. Aku ambil, dan aku pakai di jari manisku, imajinasi mulai muncul silih berganti, diiringi dengan perasaan yang galau. Diiringi dengan musik bernuansa melo dan asap dari rokok 234 yang sampai sekarang belum bisa hilang dariku, mulailah perjalanan spiritualku ke masa lampau.

Baru seperempat perjalanan, aku dikejutkan dengan dering sms di Xperia-ku. “Boss…di rumah gak nech? Aku maen ya? Okey….aku di rumah, dateng ajha.

Joe, sahabat lamaku yang datang kalau sedang ada masalah,giliran baru happy gak bakalan mau nyamperin aku.

Gimana kabar? Tanyaku.

Not so good……

Lhah kenapa emang? Whats your problem? Tanyaku kembali.

Enggak, Aku cuman mau nanya, menurutmu apa siy soulmate itu? Dan apa saja tanda-tanda soulmate itu? Aku baru broken bangget nech.

Mulai Joe menceritakan kisahnya bersama Joyz, yang selama ini dianggapnya soulmate.

Aku berusaha mendengarkan dengan bijaksana, tanpa memotong ceritanya.

What…….? Orang biasanya nanyain aku tentang masalah bisnisnya, ini masalah cintrong-cintrongan. Duh….aku kudu menjelaskan bagemana nech. Namun sebagai seorang sahabat, aku berusaha memberi penjelasan tentang soulmate.

Jadi begini Joe…..mulai dech aku ngoceh.

Ketika kamu bersamanya, dia dapat membuat perasaan kamu menjadi tenang, dan tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tanpa membuat kamu merasa bosan… Inilah petanda bahwa kamu berdua kelak akan saling terikat.
Dia selalu ada untuk kamu dalam situasi apapun. Dan dia selalu dapat memahami situasi dalam hati kamu baik dalam suka dan duka.
Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang-surut, suka-duka saat bersama,terkadang berbagai masalah berat harus dialami bersama, keretakan hubungan yang pernah terjadi.

Sekarang, ingat-ingat kembali.
Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala kamu dirundung musibah? Dia selalu faham saat emosi kamu terganggu. Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya…

Yang tidak kalah penting, salah satu kriteria yang menentukan sesuai atau tidaknya dia sebagai soulmate kamu atau bukan adalah kemampuannya bersikap bersahaja di depan kamu. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak-geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, maaf kemungkinan besar dia bukan soulmate kamu!, namun apabila iya, maka dialah soulmate kamu.


Ketika salah satu dari kamu mengalami derita batiniah,membuat hati kamu berdua dapat selalu saling tahu. Dan bila kamu atau si dia dapat saling membaca fikiran dan menduga reaksi serta perasaannya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Aku ucapin Selamat!
Sebenarnya dialah destini kebahagian kamu…
Dalam kehidupan ini, kalau manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan batin, emosional, spiritual dan fisikal antara keduanya. Sebagai contoh, misalkan hanya dengan menatap mata atau mendengar suaranya, kita akan merasakan getaran dan seolah ingin terus bersamanya. Benarkah seperti itu yang kita alami?


Seorang soulmate tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga kamu, dia tak peduli dengan masa lalu kamu saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya.

Kita akan dapat memiliki usia hubungan yang panjang kalau terjadi adanya saling kerjasama yang baik dan ideal. Kamu dan dia selalu dapat saling membantu, baik dalam urusan yang sepele ataupun urusan yang rumit. Yang terpenting adalah kamu berdua selalu dapat melalui segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Apakah kamu sudah mengalami perkara tersebut? Jika ya, selamat…munkin kalian memang berjodoh.

Bila salah satu dari kamu berdua secara spontan dan tidak sengaja sering mengatakan sesuatu yang agak aneh seperti, “ Kita liburan ke Lombok ya akhir tahun ini, atau juga kapan kita bisa kembaran beli Toyota Rush,dan nomor Polisinya kita bikin kembaran juga” tanpa ada rasa canggung atapun rasa takut akan menyinggung perasaannya, atau sering kamu berdua memberikan kejutan secara tiba-tiba, hingga kamu terbengong-bengong dibuatnya, berarti kamu telah berhasil menyatukan dua hati yang berbeda

Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan kamu tak malu-malu terlihat kekuranganmu pada si dia. Bahkan pada saat kamu tampil ‘buruk’ di depannya sekalipun, misalnya saat kamu bangun tidur atau saat hari libur dan kamu belum mandi sampai sore. Ataupun menceritakan sejujurnya kepada kamu tentang kelemahan dan kekurangannya. .. Nah! Kamu dan dia sudah tidak ada jurang pemisah lagi.

Selalu Ingin Berbagi

Dalam kondisi seperti sekarang ini banyak pasangan yang selalu ingin mengekspresikan perasaan rindunya baik melalui SMS, telepon, maupun e-mail. Terutama pada saat mereka sedang tidak bersama. Dan bila kamu tidak sabar untuk menceritakan kepadanya apa yang terjadi pada diri kamu, apa yang kamu lihat, atau ketika kamu sedang berjalan-jalan di Mall, kamu selalu terpikirkan untuk tidak meninggalkan Mall tanpa membelikan sesuatu kepadanya, hal ini merupakan tanda-tanda bahwa dia selalu ada dalam benak kamu, dimanapun kamu berada.

Dan yang terakhir apabila kamu telah merasakan bahwa rahasia kamu bisa lebih selamat di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat kamu yang lain. Atau kamu merasa sudah tak dapat lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini berarti belahan jiwamu telah kamu temukan!

Selamat malam Joe, aku mau tidur. Karena besok aku akan pulang menemui belahan jiwaku, renungkanlah dengan hatimu yang terdalam dan fikiranmu yang paling jernih, dan silahkan menginap di sini kalau kamu enggan untuk meninggalkan  tempat ini.

MONOLOGUE

Udah lama sekali aku tidak mengunjungi kediamanku ini. Papan tulis ini isinya masih coretanku beberapa bulan yang lalu, ditambah coretan-coretan dari anak-anak yang suka iseng terhadap gurunya.(Wakakaka….)

Malam ini serasa berbeda dengan malam-malam sebelumnya sebelum aku beranjak tidur. Tidak biasanya aku melamun(baca: berimajinasi) karena aku tidak suka dengan statement melamun dan berangan-angan, tetapi lebih suka dengan kata ber-imajinasi.

Kata orang bijak Imajinasi merupakan satu kata berjuta makna mungkin benar juga ya. Hanya sejenak saja aku baru berimajinasi ternyata sudah banyak sekali makna-makna yang aku rasakan dalam hidup ini. Tentang kehidupan yang sudah aku jalani, tentang apa yang telah aku lakukan dan aku perbuat dan tentang apa yang akan aku perbuat.

Ketika sedang menghayati imajinasiku, tiba-tiba ada video call di Hpku.

Kang, bisa kita ngobrol-ngobrol malam  ini? Wajah dan suara yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupanku. Bisa, aku tunggu ya, jawabku.

Ternyata orang tadi sudah berada di pintu masuk rumahku, kemudian kami duduk di beranda dengan lampu yang aku buat tidak begitu terang agar menghemat energi katanya.

Sudah lama sekali kami tidak bertemu dan bertatap muka. Biasanya kalau kami bertemu pasti ada sesuatu yang sedang terjadi dalam  kehidupan kami, dan membuat kami sama-sama tidak bisa tidur.

Piye kabare Dul, tanyaku. Aku biasa memanggil dia dengan sebutan Dul. Dia balik bertanya, Kabar yang mana Kang. Secara umum aku baik-baik saja, sehat.

Trus yang secara khusus bagaimana, tanyaku. Seperti biasa juga, kopi dan rokok menemani si Dul menceritakan kehidupannya akhir-akhir ini. Mulai dari keluarganya yang harmonis, anak-anaknya yang lucu,masalah pekerjaan di kantor, dan bisnisnya yang mulai berkembang. Lha…itu kamu sekarang sudah hidup enak, kataku.

Ya memang enak kang, kalau cukup sampai di situ doank, katanya. Trus gimana? Desakku sambil menyalakan korek penyulut rokok yang bikin penyakit. Aku berusaha menjadi pendengar yang baik, karena kata orang menjadi pendengar adalah hal yang paling sulit dalam hidup.

Kembali dia meneruskan ceritanya. Berawal dari usaha dan pekerjaannya yang semakin bagus dan mapan itu sehingga mempunyai korelasi yang positif juga dengan uang yang dia miliki. Mulai satu demi satu banyak orang yang sambat minta tolong dengan alasan buat buka usaha, buat berobat ke Rumah sakit, de-el-el. Yang ujung-ujungnya duit itu nggak kembali. Niat hati mau menolong ternyata malah jadi korban. Giliran sekarang butuh nggak ada yang bisa ngebantuin.

Emangnya sampai berapa Dul total uang kamu yang bablas nggak kembali? Tanyaku memotong ceritanya, karena kasihan juga dengernya.

Banyak kang, bisa buat macem-macem. Bisa buat bikin rumah, beli mobil, dll.(Pondasi doang,setirnya doank)

Wah gila bener, ketipu sampai segitu banyaknya. Aku kira selama ini kamu adalah orang yang paling teliti Dul.

Trus gimana, tanyaku lagi. Ya gitulah emang nasi sudah menjadi bubur, mau gimana lagi Kang. Kalau menurutmu kedepannya Aku harus bagaimana Kang? Mulai dia memencet tombol ON untuk minta saran. Apa aku harus jadi orang yang tutup mata dengan kesusahan oranglain? Apa aku harus jadi orang sombong dan pelit? Apakah aku harus tidak mudah percaya dengan orang lain? Aku bener-bener bingung harus bagaimana Kang. Disaat aku sekarang membutuhkan harus kepada siapa aku minta tolong Kang?

Banyak sekali pertanyaan yang dia lontarkan kepadaku.

Aku menghela nafas panjangku, Okey Dul, sebelum aku bisa memberi jawaban atas semua pertanyaanmu itu, Aku hanya akan mengatakan bahwa Apa yang kamu alami itu juga baru saja aku alami. (Weeeeekkss…….!)

Jadi di saat seperti ini marilah kita mengheningkan cipta, berdoa kepada Tuhan kita, agar cobaan seperti kemarin tidak menimpa kita lagi. (Berdoa mulai…….) Hanya kembali kepada ALLAH lah kita akan mendapatkan petunjuk Dul,kataku.

Okeylah ini sudah larut malam menjelang pagi, kita sudahi saja pertemuan kita ini, dan marilah kita tidur sejenak di alam kita masing-masing untuk mempersiapkan hari esok yang akan lebih baik.

Transmission terminated……..

Peeet……..pancal kemul.

 

 

eS-eM-eS

SMS siapa ini Bang….! 
Gara-gara tiap pagi aku sering mendapat SMS dari seseorang tentang anjuran untuk selalu Semangat dan semangat, ternyata berdampak terhadap apa yang aku lakukan malam ini.

Ceritanya begini.

Baca lebih lanjut

Hidup bukan bagaimana nanti, tetapi…

Beberapa tahun yang lalu ketika saya mengikuti sebuah seminar tentang motivasi, masih ingat betul pepatah yang disampaikan.

“You can not change the wind direction but you can change your wing direction.”Anda, saya, dan kita semua tidak akan pernah merubah arah angin, tetapi yang dapat dilakukan adalah bagaimana mengubah arah sayap —-

Analogi itu mempresentasikan pula bahwa nasib Anda atau peruntungan hidup (baca:bisnis) tidak akan berubah hingga anda sendirilah yang merubah terhadap sudut pandang terhadap keadaan tersebut.

Dengan kata lain, pentas kehidupan selalu menyisakan dua ruang kemungkinan, sukses atau gagal. Jawabannya kembali berpulang kepada Anda sendiri. Baca lebih lanjut

Just…….PLUG and PLAY

Setelah sekian lama aku tidak mengunjungi teman untuk sekedar ngobrol dan sharing tentang segala hal, hari ini aku sempatkan untuk tidak merubah kebiasaan yang selama ini kami lakukan.
Kebetulan kami sama-sama mempunyai hobby tanaman hias, tak lain dan tak bukan adalah tanaman hiasnya laki-laki, anthurium. Dan menjadi kebiasaanku juga tidak jarang aku membawa salah satu atau beberapa koleksiku untuk kita bahas bersama.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, tibalah ke rumah teman sesama penghobi tadi. Belum sempat aku masuk dan ketok pintu ternyata sudah disambut oleh seorang gadis kecil mungil dan imut, menghambur ke arahku.

 Imut: “Hallo Om…lama nggak kelihatan? Katanya pergi jauh ya? Mana oleh-olehnya?”
 Satu kalimat yang berisi banyak pertanyaan, biasalah namanya juga anak-anak. Sambil aku peluk anak itu, aku lihat jari-jari tangannya diperban.
 Joy:”Iya Om kemaren ada urusan, iya tuh oleh-olehnya di dalam mobil. Eh tangannya kenapa…..?”
Sambil aku gendong anak itu ke mobil untuk mengambil sekedar oleh-oleh.
 Imut: “Kemaren tanganku dipukul sama papa gara-gara ngerusak tanamannya….!”
Dia terdiam dan sepertinya ada bayang-bayang rasa takut untuk menceritakan kejadian detailnya.
 Joy:”Oh ya…papanya ada?” tanyaku lagi
Imut:”Ada….di dalam Om.”Joy:”Yaudah Om ketemu papa dulu yach, Imut maen dulu sama boneka oleh-oleh Om.”
Imut:”Iya Om..!” Kemudian dia turun dan bermain.
 Langsung aku masuk dan menuju ke tempat biasa temanku nongkrong. Tidak ada tempat laen kecuali di belakang rumah dimana tanamannya diletakkan.
Kami ngobrol seputar tanaman pembawa stress itu ngalor-ngidul, dan akhirnya memang dia mengakui bahwa tanaman yang aku bawa lebih bagus dari miliknya.
 Joy:”Kalau mau, silahkan ambil tanamanku itu buat kamu, dengan satu syarat.”
Temen:” Okey syaratnya apa dan berapa aku harus bayar..!” dia sangat bersemangat mendapat tawaranku.
Joy:’Tidak usah bayar….!”
Temen:”Lhah………………..trus syaratnya apa? Serius nich..!”
 Bersamaan dengan itu, anak kecil imut tadi masuk dan berkata dengan polosnya kepada papanya.
Imut:”Pa…maaf Imut kemarin merusak tanaman Papa….? Tapi kapan tangan imut bisa tumbuh lagi…?”
Kami semua terdiam………………dengan pertanyaan anak kecil itu tadi.
 Ternyata jari-jari tangan anak itu telah dipukul oleh papanya dengan pentungan karena merusak tanaman kesayangannya, dan ketika dibawa ke rumah sakit, Dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari mungil itu, tetapi usahanya gagal dan harus melakukan amputasi.
 

Barang yang rusak bisa diperbaiki atau dicari gantinya yang lebih bagus, tetapi tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat untuk diperbaiki.
Terlalu sering kita mengalami kegagalan untuk bisa membedakan antara seseorang dengan perbuatannya.
Seringkali kita lupa bahwa mengampuni lebih bersahaja dari pada membalas dendam.
Orang dapat berbuat salah, tetapi tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.
Tahan……tunda, dan pikirkan sebelum mengambil suatu tindakan.
Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan yang lainnya.
 
Hidup bukanlah sebuah DVD player, yang dapat dengan sesukanya kita Backward dan Forward.
 
Hidup hanyalah tombol PLAY dan STOP saja”
Jangan sesal kemudian……………………..!